Panen Raya Kacang Hijau Di Kudus, Ini Komoditas Pangan Potensial

Selasa, 28 September 2021 13:38 WIB

Foto : Panen Raya Kacang Hijau Di Kudus, kacang hijau menjadi komoditas pangan potensial yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani.


Agronews.id, Kudus- Kabupaten Kudus adalah satu satu Kabupaten yang mempunyai potensi andalan di sektor pertanian. Saat ini Kab.Kudus melakukan pengembangan usaha tani  kacang hijau sebagai komoditas pangan potensial melalui dukungan fasilitasi baik sarana produksi, pendampingan serta jejaring kemitraan off taker ke jenjang bisnis skala lebih besar dan modern.

Bupati Kudus, Hartopo mengatakan kacang hijau menjadi komoditas pangan potensial yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Hal ini disampaikannya saat melakukan panen kacang hijau di Desa Larikrejo,Kabupaten Kudus. “Saya bangga di Kudus ada potensi andalan dari sektor pertanian, yakni kacang hijau. Harga kacang hijau saat ini Rp 17 ribu per kilogram dan ini menjadi berkah tersendiri bagi petani. Saya berharap ini bisa menjadi role model pertanian bagi daerah lain,” ucap Hartopo.

Lebih lanjut Hartopo mengungkapkan, “Kacang hijau yang dipanen saat ini merupakan benih bantuan dari Kementerian Pertanian  (Kementan) dari alokasi APBN sebanyak 2.250 kilogram. Dengan jenis varietas Vima 1. Varietas ini memiliki keunggulan lebih cepat panen dibanding varietas yang lain,” ungkap Hartopo.

Kepala Subdit Aneka Kacang dan Umbi Direktorat Jenderal Tanamn Pangan Kementan Rahayu Dwikorawati mengatakan Kementan terus memacu pengembangan komoditas kacang hijau di Indonesia dengan mengalokasi bantuan benih dan pupuk secara bertahap ke berbagai daerah. “ Kabupaten Kudus merupakan salah satu kabupaten sentra kacang hijau di Provinsi Jawa Tengah “ jelasnya. “ Pada tahun 2021 Kab. Kudus mendapat alokasi kegiatan APBN kacang hijau seluas 166 ha di 2 kecamatan yaitu Kecamatan Undaan seluas 140 ha dan Kecamatan Bae seluas 26 ha “ tambah Rahayu.

Selanjutnya Rahayu menjelaskan, “Potensi  luas  panen  Kabupaten Kudus  seluas  4.065  ha akan  panen  pada bulan September dan Oktober dengan provitas panen sebesar 1,5 ton (polong kering)  per  hektar  setara  produksi  3.232, 1  ton  biji  kering,” kata Rahayu. Gapoktan Tani Rejo, Desa Larikrejo  mendapatkan alokasi 90 ha. Adapun paket bantuan yang diberikan berupa benih 25 kg/ha)  dan pupuk NPK 50 kg/ha. Hal ini diharapkan dapat memotivasi petani kacang hijau. 

“Adanya  potensi  dan  kualitas   hasil  panen  yang  baik  di  Kabupaten  Kudus  menjadi tindaklanjut pengembangan  usaha tani kedepan sehingga petani bisa bermitra dalam  pengembangan   kegiatan  ekspor  kacang  hijau  konsumsi   serta  merintis penangkar benih kacang hijau di musim tanam selanjutnya,” tandas Rahayu.

Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menyampaikan Kementan pada tahun 2021 mengalokasikan kegiatan pengembangan kacang hijau seluas 5.000 Ha. Hal tersebut sesuai dengan Kebijakan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada Cara Bertindak ke-2 (CB-2) dari 5 Cara Bertindak Pembangunan Pertanian 2020-2024 yaitu Diversifikasi Produksi dan Konsumsi.

“Potensi  kacang hijau sangat bagus dan ini yang terus kita dorong “ kata Suwandi. “ Melalui pengembangan kacang hijau diharapkan diversifikasi pangan dimasyarakat dapat dilakukan dan kesejahteraan petani pun dapat turut ditingkatkan,” tegasnya.

277

Superadmin

Berita Terkait


AgroNews.id merupakan situs berita populer yang fokus pada bidang pertanian, peternakan, kehutanan, lingkungan hidup, kelautan, dan perikanan Indonesia. AgroNews.id adalah portal berita web yg berisi opini, infografis, dan artikel daring, baik lokal maupun internasional dibawah PT. Agro Boga Makmur
Ikuti Kami
Follow dan Subscribe Media Sosial Kami

© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.