Foto : Monitoring yang dilakukan oleh jajaran Kementan bersama pemerintah daerah secara nasional di pasar-pasar besar termasuk pelaksanaan Pasar Tani Ramadhan.
Agronews.id, Pandeglang - Upaya Kementerian Pertanian memastikan ketersediaan 12 bahan pangan pokok selama Ramadhan dan lebaran cukup berhasil. Bahkan dengan menggandeng pelaku usaha serta berkolaborasi bersama TNI dan pemerintah daerah, kebutuhan dan akses bahan pangan terkendali dan dalam kondisi aman.
Monitoring yang dilakukan oleh jajaran Kementan bersama pemerintah daerah secara nasional di pasar-pasar besar termasuk pelaksanaan Pasar Tani Ramadhan sangat membantu dan memudahkan akses masyarakat.
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang Budi S Januardi mengungkapkan bahwa selama Ramadhan, kebutuhan masyarakat Pandeglang terhadap 12 bahan pokok tercukupi.
"12 bahan pangan pokok selama bulan Ramadhan kemarin Alhamdulillah tercukupi. Bahkan paska lebaran ini, ketersediaan terpantau aman," ujar Budi saat dihubungi, Minggu (8/5).
Menurut Budi, selain beras, bahan pangan lainnya dipasok dari daerah sekitar.
"Untuk cabai, bawang merah, telur dan daging ayam, dan yang lainnya memang tidak bisa dipenuhi dari sini (pandeglang-red). Oleh karena itu, kami mendatangkan dari daerah lain. Kami produksi tapi jumlahnya masih belum mencukupi," katanya.
Khusus untuk beras, hingga saat ini, Pandeglang menurutnya mampu memenuhi kebutuhannya sendiri.
"Kebutuhan beras Pandeglang itu per tahun kurang lebih 131.226 ton. Sementara sekarang tersedia 402-an ribu ton. Jadi, surplus sampai 6-7 bulan ke depan, Insya Allah kan nanti ketemu panen berikutnya" ungkapnya.
Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa program Kementan seperti IP 400 di beberapa titik terus dilanjutkan.
"Peningkatan IP, perluasan areal tanam baru juga tetap jalan dan itu sangat membantu dalam rangka meningkatkan produksi dan produktivitas," imbuhnya.
Walaupun dari sisi produksi beras Pandeglang setiap tahun mengalami peningkatan, Budi berharap ini juga berlaku untuk komoditas lainnya.
"Dukungan dari Kementan tetap kami butuhkan agar kami bisa memenuhi komoditas lain sehingga ketergantungan Pandeglang terhadap daerah lain bisa dikurangi termasuk bawang putih yang pernah kami coba namun hasilnya belum memuaskan," tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri menyampaikan bahwa tugas dan fungsi Kementan selama ini fokus menangani produktivitas dan budi daya.
"Alhamdulillah upaya Kementan dalam mengamankan produksi dan ketersediaan 12 bahan pangan pokok selama Ramadhan dan lebaran berjalan sesuai arahan Bapak Presiden dan Pak Mentan. Tentu ini merupakan kerja keras banyak pihak," ujar Kuntoro
Kabupaten Pandeglang sendiri merupakan salah satu sentra padi di propinsi Banten, di mana 30 persen dari total produksi padi Banten disumbang dari kota yang dikenal dengan julukan Kota Badak.
164
© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.