Foto : Pembagian telepon seluler (handphone) untuk petugas data di BBH dan desktop PC untuk petugas data di BPSB.
Agronews.id - Aplikasi “PROSEED-HORTI” diperkenalkan kepada stakeholder perbenihan dalam pertemuan Penguatan Sistem Informasi Perbenihan Hortikultura di Hotel Savero Depok pada tanggal 28-30 Juli 2022. Acara tersebut dibuka oleh Direktur Perbenihan Hortikultura dan dihadiri para petugas lapangan dari Balai Benih Hortikultura (BBH), Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) seluruh Indonesia serta produsen benih pelaksana kerjasama produksi benih buah yaitu Yayasan Darul Falah, Kelompok Wanita Tani Bioteknologi Hortikultura, KTD Mustika Tani Bogor dan Kelompok Tani Manunggal Sejati Puworejo.
Aplikasi dalam sistem informasi perbenihan ini dikembangkan sebagai bentuk digitalisasi pelaporan kegiatan strategis Direktorat Perbenihan Hortikultura agar dapat memudahkan para petugas dalam melakukan pelaporan dan penyajian data-data mengenai perbenihan hortikultura secara rutin, sistematis, akurat dan realtime. Melalui aplikasi ini, pihak-pihak yang berkepentingan dapat langsung dan mudah mendapatkan laporan visual standing crop produksi benih secara real time.
Dalam sambutannya, Direktur Perbenihan Hortikultura, Inti Pertiwi Nashwari menyampaikan dalam upaya penguatan sistem perbenihan hortikultura ini tidak hanya dibangun softwarenya berupa aplikasi saja, namun juga difasilitasi hardwarenya yaitu kepada petugas lapangan produksi benih di BBH dan produsen benih pelaksana swakelola produksi benih diberikan perangkat telepon genggam beserta kartu perdananya dan kepada BPSB diberikan komputer.
Setiap perangkat akan diisikan pulsa setiap bulan dan honor bagi petugas penginput data. Terdapat keistimewaan perangkat telepon genggam yang diberikan kepada petugas lapangan antara lain aplikasi Proseed yang sudah di-inject ke dalam sistem operasi dari perangkat. Perangkat tersebut juga tidak dapat digunakan untuk aktivitas lain karena tidak tersedianya “store” di dalam perangkat tersebut. Aplikasi proseed dikembangkan untuk diaplikasikan bagi BBH dan produsen benih hortikultura lainnya dan bagi BPSB, dimana pelaporan tekoneksi sehingga produsen benih horikulturan dan BPSB dapat saling berkoordinasi bahkan mengkoreksi jika ada pelaporan yang tidak tepat.
Pada acara penguatan sistem informasi perbenihan hortikultura ini juga dihadirkan pengembangan aplikasi yang menjelaskan cara penggunaan gaget dan PC untuk melaporkan perbenihan hortikultura di lapangan. Galih sebagai pengembangan aplikasi menjelaskan cara penggunaan gaget untuk menginput data-data dalam Aplikasi Proseed, yaitu pada aplikasi ini terdapat fitur-fitur Pelaporan Produksi dan Stok Benih Hortikultura, Inventarisasi Pohon Induk dan Produktivitas Pohon Induk, QR Code Pohon Induk, Data Base Varietas yang Didaftar, Penyebaran Varietas, Status Pendaftaran Varietas, Nomer Registrasi Produsen Benih dan QR Code Produsen Benih.
Pada kesempatan pertemuan tersebut, petugas data menyampaikan manfaat dengan adanya Aplikasi Proseed bagi pekerjaan mereka. “Selama ini kami melaporkan data secara manual sehingga memerlukan waktu lama, dengan adanya Aplikasi Proseed proses pelaporan lebih cepat karena didukung teknologi internet” ungkap bapak Sukirman dari BBH DI Yogyakarta, “Karena proses lebih cepat, makan kami dapat memanfaatkan waktu untuk pekerjaan lain” tambah bapak Romadhon dari BBH Jawa Tengah. Bagi ibu Eriana petugas data BPSB Bengkulu, adanya Aplikasi Proseed sangat membantu dalam melaksanakan pekerjaan karena petugas data BPSB dapat mengcrosscek langsung data ke produsen benih hortikultura.
Semangat, antusias dan rasa senang petugas data BPSB, BBH dan produsen hortikultura tampak terlihat selama mengikuti pertemuan, tercermin dari petugas disiplin hadir di tiap sesi pertemuan, tanpa ragu mempraktekan aplikasi dan mengajukan pertanyaan ke pengembang aplikasi untuk beberapa bagian yang belum dipahami. “Aplikasi ini bermanfaat untuk diterapkan di kantor kami karena mempermudah dan mempercepat pekerjaan pelaporan, untuk itu kami harus memahami penggunaannya, jangan sampai kami balik ada bagian dari aplikasi yang tidak kami pahami. Untuk itu, kami harus praktekan secara utuh di pertemuan ini” Ujar bapak Boby petugas data dari BPSB NTT dengan semangat dan diamini oleh petugas dari BPSB dan BBH provinsi lain. “Hoti hebat… horti maju…” teriak peserta.
Bagi petugas data, kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata dari Direktorat Perbenihan Hortikultura bagi petugas data dalam menyajikan data perbenihan hortikultura yang baik, dukungan berupa pengembangan aplikasi, pemberian HP lengkap dengan kartu perdana dan pulsa setiap bulan, komputer, honor bulanan, pelatihan dan panduan penggunaan aplikasi. “Semoga ini dapat menjadikkan Kementerian Pertanian yang Maju, Madiri dan Modern” sambut ibu Kristina dari BPSB Kepulauan Riau dengan semangatnya.
Pada akhir arahannya Inti menyampaikan dengan Aplikasi Proseed dan fasilitasi lainnya yang diberikan menjadikan “Semua Informasi Perbenihan Hortikultura dalam Genggaman”. Petugas di lapangan dengan mudah menyampaikan laporan yang terupdate dan Direktorat Jenderal Hortikultura beserta jajarannya yaitu Direktur Jenderal, Direktur Perbenihan dan Pengawas Benih Tanaman (PBT) Direktorat Perbenihan Hortikultura dapat memonitor kegiatan perbenihan dan mendapatkan data yang real time.
Bersamaan dengan acara launching Aplikasi Proseed, Direktur Perbenihan secara langsung membagikan HP dan PC pada petugas dari BBH, BPSB dan Produsen Benih yang hadir dan ditetapkan sebagai petugas penginput data untuk segera dapat menggunakan Aplikasi Proseed untuk pelaporan kegiatan.
436
© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.