Gerakan Penanaman Mangrove dan Pohon Langka Nusantara Tak Lelah Hijaukan Bumi

Selasa, 27 Desember 2022 05:19 WIB

Foto : Kolaborasi dalam  kegiatan penanaman mangrove dan pohon langka nusantara, di Tangerang.


Agronews.id - Masyarakat sudah mengenal hubungan saling menguntungkan antara keberadaan mangrove dengan ikan dan kepiting. Pada habitat mangrove yang bagus akan tersedia pakan melimpah untuk ikan dan kepiting.

Selain itu, keberadaan mangrove yang baik akan menghalangi datangnya ombak besar ke daratan. Dengan demikian mangrove sering disebut menjadi tameng berkelanjutan bagi masyarakat dari ancaman gelombang dan tsunami. Menanam mangrove dan 7 Jenis Pohon Langka

Sayangnya saat ini mangrove di Indonesia sedang terjadi kerusakan yang parah. Luas 
mangrove Indonesia yang mencapai 3,5 juta hektar, mengalami kerusakan lebih dari 50%. 
Kerusakan ini diakibatkan oleh sebagian pihak, mengancam keselamatan masyarakat dan 
sudah pasti mengancam satwa yang tinggal pada habitat mangrove.

Menurut berbagai riset, cadangan karbon mangrove sangat tinggi terutama untuk karbon 
tanah mangrove. Hal ini yang menjadikan banyak pihak memiliki perhatian yang besar untuk 
mengkonservasi dan melakukan rehabilitasi mangrove. Kegiatan pencegahan deforestasi dan 
rehabilitasi mangrove sekarang dikenal dengan bagian aktivitas blue carbon.

Kerusakan dan manfaat mangrove yang besar ini pulalah yang menadikan DPP Himpunan 
Alumni IPB, SEAMEO BIOTROP, IPB Univeristy, ICMI, Pemda Tangerang, Badan Eksekutif 
Mahasiswa IPB, HMI Cabang Bogor, dan parapihak lainnya melakukan kolaborasi dalam 
kegiatan penanaman mangrove dan pohon langka nusantara, di Tangerang. Kolaborasi ini 
tidak hanya menanam mangrove, tapi juga sekaligus menanam berbagai pohon langka 
nusantara. Pada Hari Selasa, 27 Desember 2022 akan ditanaman sekitar 3.500 mangrove dan 
tujuh jenis pohon langka nusantara.

Penanaman pohon langka nusantara dalam satu paket dengan penanaman mangrove 
menjadi kabar istimewa. Kedua aktivitas ini sangat penting maknanya bagi keanekaragaman 
hayati Indonesia dan juga pelestarian biodiversity khas Indonesia. Beberapa jenis pohon 
langka yang akan ditanaman adalah eboni (Diospyros celebica) tanaman khas Sulawesi, ulin 
(Eusideroxylon zwageri) tanaman khas Kalimantan, kepuh (Sterculia foetida), nyamplung 
(Calophyllum inophyllum), kemang (Mangifera kemanga), manggis hutan (Garcinia sp), dan 
buni (Antidesma Bunius). Pohon langka ini merupakan hadian dari SEAMEO BIOTROP, DPP 
Himpunan Alumni IPB dan IPB University untuk Pemda Kabupaten Tangerang.
Edukasi Lingkungan Sejak Dini

Kegiatan kerjasama multipihak ini akan dilakukan di Ketapang Urban Aquaculture (KUA), Desa 
Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Jawa Barat. Kegiatan akan dimulai dari 
jam 07.00 – selesai. Pemilihan lokasi di KUA, Tangerang ini karena tempat ini strategis dan 
sudah terkenal di Indonesia dan mancanegara. Kabupaten Tangerang merupakan salah satu 
kabupaten yang dikenal sebagai salah satu kabupaten yang berhasil melakukan rehabilitasi 
dan konservasi mangrove. 

Kegiatan Gerakan Penanaman mangrove dan pohon langka ini akan dihadiri langsung oleh 
Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Se-Indonesia - Prof. Dr. Arif Satria, Bupati 
Kabupaten Tangerang - Ahmed Zaki Iskandar, Direktur SEAMEO BIOTROP – Dr. Zulhamsyah Imran, Wakil Ketua Umum DPP Himpunan Alumni IPB – Ivan Kuntara, dan sejumlah pejabat serta pemerhati lingkungan kainnya. 

Selaian kegiatan penanaman mangrove dan pohon langka nusantara, kegiatan tanggal 27 
Desember ini juga akan diisi dengan lomba mewarnai untuk anak TK dan sekolah dasar. Hal 
ini bertujuan untuk memberikan edukasi lingkungan sejak dini pada anak. Kegiatan mewarnai 
akan diikuti sekitar 35 anak sekolah yang tinnggal di sekitar KUA. 
Empat Tujuan Strategis

Kegiatan kolaborasi multipihak ini sudah dilakukan oleh DPP Himpunan Alumni IPB, IPB 
University, SEAMEO BIOTROP, ICMI dan parapihak lainnya sejak tahun 2018. Kegiatan 
konservasi pohon langka nusantara dan mangrove ini mendapatkan apresiasi luas dari 
pemerhati lingkungan, ilmuan, peneliti, perguruan tinggi nasional dan internasional.
Kegiatan penanaman mangrove dan pohon langka nusantara ini sangat strategis bukan hanya 
lokasinya yang dekat ibu kota tapi juga momentum yang tepat. Dengan semakin hangatnya 
isu blue carbon sebagai penyerap emisi dan isu konservasi pohon langka nusantara, maka 
penanaman serentak dua isu besar ini menjadi begitu bermakna. 

Minimal ada empat tujuan besar dari program penanaman mangrove dan pohon lang ini. 
Keempat tujuan strategis tersebut adalah edukasi lingkungan, penyerapan emisi, kolaborasi 
multipihak dan konservasi pohon langka.

Keempat tujuan ini akan dapat dicapai pada satu kegiatan dan diharapkan kedepan akan makin banyak kolaborasi multipihak yang akan menanam mangrove dan pohon langka nusantara. Jika pada waktu bersamaan ada pihak yang merusak mangrove dan mengganggu kelestarian pohon langka nusanntara maka DPP HA IPB, SEAMEO BIOTROP, ICMI dan IPB Univeristy, tak akan lelah menanam – hijaukan bumi.
                                                                           ***MRi**

452

Superadmin

Berita Terkait


AgroNews.id merupakan situs berita populer yang fokus pada bidang pertanian, peternakan, kehutanan, lingkungan hidup, kelautan, dan perikanan Indonesia. AgroNews.id adalah portal berita web yg berisi opini, infografis, dan artikel daring, baik lokal maupun internasional dibawah PT. Agro Boga Makmur
Ikuti Kami
Follow dan Subscribe Media Sosial Kami

© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.