Foto : Kolaborasi dalam kegiatan penanaman mangrove dan pohon langka nusantara, di Tangerang.
Agronews.id - Masyarakat sudah mengenal hubungan saling menguntungkan antara keberadaan mangrove dengan ikan dan kepiting. Pada habitat mangrove yang bagus akan tersedia pakan melimpah untuk ikan dan kepiting.
Selain itu, keberadaan mangrove yang baik akan menghalangi datangnya ombak besar ke daratan. Dengan demikian mangrove sering disebut menjadi tameng berkelanjutan bagi masyarakat dari ancaman gelombang dan tsunami. Menanam mangrove dan 7 Jenis Pohon Langka
Sayangnya saat ini mangrove di Indonesia sedang terjadi kerusakan yang parah. Luas
mangrove Indonesia yang mencapai 3,5 juta hektar, mengalami kerusakan lebih dari 50%.
Kerusakan ini diakibatkan oleh sebagian pihak, mengancam keselamatan masyarakat dan
sudah pasti mengancam satwa yang tinggal pada habitat mangrove.
Menurut berbagai riset, cadangan karbon mangrove sangat tinggi terutama untuk karbon
tanah mangrove. Hal ini yang menjadikan banyak pihak memiliki perhatian yang besar untuk
mengkonservasi dan melakukan rehabilitasi mangrove. Kegiatan pencegahan deforestasi dan
rehabilitasi mangrove sekarang dikenal dengan bagian aktivitas blue carbon.
Kerusakan dan manfaat mangrove yang besar ini pulalah yang menadikan DPP Himpunan
Alumni IPB, SEAMEO BIOTROP, IPB Univeristy, ICMI, Pemda Tangerang, Badan Eksekutif
Mahasiswa IPB, HMI Cabang Bogor, dan parapihak lainnya melakukan kolaborasi dalam
kegiatan penanaman mangrove dan pohon langka nusantara, di Tangerang. Kolaborasi ini
tidak hanya menanam mangrove, tapi juga sekaligus menanam berbagai pohon langka
nusantara. Pada Hari Selasa, 27 Desember 2022 akan ditanaman sekitar 3.500 mangrove dan
tujuh jenis pohon langka nusantara.
Penanaman pohon langka nusantara dalam satu paket dengan penanaman mangrove
menjadi kabar istimewa. Kedua aktivitas ini sangat penting maknanya bagi keanekaragaman
hayati Indonesia dan juga pelestarian biodiversity khas Indonesia. Beberapa jenis pohon
langka yang akan ditanaman adalah eboni (Diospyros celebica) tanaman khas Sulawesi, ulin
(Eusideroxylon zwageri) tanaman khas Kalimantan, kepuh (Sterculia foetida), nyamplung
(Calophyllum inophyllum), kemang (Mangifera kemanga), manggis hutan (Garcinia sp), dan
buni (Antidesma Bunius). Pohon langka ini merupakan hadian dari SEAMEO BIOTROP, DPP
Himpunan Alumni IPB dan IPB University untuk Pemda Kabupaten Tangerang.
Edukasi Lingkungan Sejak Dini
Kegiatan kerjasama multipihak ini akan dilakukan di Ketapang Urban Aquaculture (KUA), Desa
Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Jawa Barat. Kegiatan akan dimulai dari
jam 07.00 – selesai. Pemilihan lokasi di KUA, Tangerang ini karena tempat ini strategis dan
sudah terkenal di Indonesia dan mancanegara. Kabupaten Tangerang merupakan salah satu
kabupaten yang dikenal sebagai salah satu kabupaten yang berhasil melakukan rehabilitasi
dan konservasi mangrove.
Kegiatan Gerakan Penanaman mangrove dan pohon langka ini akan dihadiri langsung oleh
Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Se-Indonesia - Prof. Dr. Arif Satria, Bupati
Kabupaten Tangerang - Ahmed Zaki Iskandar, Direktur SEAMEO BIOTROP – Dr. Zulhamsyah Imran, Wakil Ketua Umum DPP Himpunan Alumni IPB – Ivan Kuntara, dan sejumlah pejabat serta pemerhati lingkungan kainnya.
Selaian kegiatan penanaman mangrove dan pohon langka nusantara, kegiatan tanggal 27
Desember ini juga akan diisi dengan lomba mewarnai untuk anak TK dan sekolah dasar. Hal
ini bertujuan untuk memberikan edukasi lingkungan sejak dini pada anak. Kegiatan mewarnai
akan diikuti sekitar 35 anak sekolah yang tinnggal di sekitar KUA.
Empat Tujuan Strategis
Kegiatan kolaborasi multipihak ini sudah dilakukan oleh DPP Himpunan Alumni IPB, IPB
University, SEAMEO BIOTROP, ICMI dan parapihak lainnya sejak tahun 2018. Kegiatan
konservasi pohon langka nusantara dan mangrove ini mendapatkan apresiasi luas dari
pemerhati lingkungan, ilmuan, peneliti, perguruan tinggi nasional dan internasional.
Kegiatan penanaman mangrove dan pohon langka nusantara ini sangat strategis bukan hanya
lokasinya yang dekat ibu kota tapi juga momentum yang tepat. Dengan semakin hangatnya
isu blue carbon sebagai penyerap emisi dan isu konservasi pohon langka nusantara, maka
penanaman serentak dua isu besar ini menjadi begitu bermakna.
Minimal ada empat tujuan besar dari program penanaman mangrove dan pohon lang ini.
Keempat tujuan strategis tersebut adalah edukasi lingkungan, penyerapan emisi, kolaborasi
multipihak dan konservasi pohon langka.
Keempat tujuan ini akan dapat dicapai pada satu kegiatan dan diharapkan kedepan akan makin banyak kolaborasi multipihak yang akan menanam mangrove dan pohon langka nusantara. Jika pada waktu bersamaan ada pihak yang merusak mangrove dan mengganggu kelestarian pohon langka nusanntara maka DPP HA IPB, SEAMEO BIOTROP, ICMI dan IPB Univeristy, tak akan lelah menanam – hijaukan bumi.
***MRi**
452
© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.