Foto : Pelatihan berlangsung di Balai Besar Pelatihan Manajemen Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP), Ciawi, Bogor, Jawa Barat dari tanggal 3 hingga 9 Juni 2023.
Agronews.id, Ciawi - Setelah sukses menghadapi pandemi Covid-19, kini sektor pertanian masih harus menghadapi tantangan lainnya, yakni suasana geo politik, perubahan iklim, dan El Nino yang diprediksi terjadi Agustus tahun ini.
Untuk menghadapi tantangan ini, kemampuan sumber daya manusia (SDM) perlu terus ditingkatkan, khususnya dalam mengimplementasikan inovasi dan teknologi terbaru di sektor pertanian. Dengan demikian, produksitivitas pertanian tetap terjaga.
"Perlu disiapkan langkah konkret di mana pelaku pertanian yaitu SDM-nya perlu diperluat dengan pengetahuan terkait dengan juga menyertakan teknologi," kata Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL).
Merespons hal itu, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menyelenggarakan pelatihan Agribisnis Smart Farming Batch 3, diikuti oleh 37 orang penerima manfaat program Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS) yang berasal dari empat provinsi dan 17 kabupaten.
Pelatihan berlangsung di Balai Besar Pelatihan Manajemen Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP), Ciawi, Bogor, Jawa Barat dari tanggal 3 hingga 9 Juni 2023.
Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi mengatakan, pelatihan Agribisnis Smart Farming, merupakan antisipasi tantangan SDM pertanian ke depan, dimana smart farming menjadi arah pertanian masa depan, didukung dengan pertanian organik ramah lingkungan.
"Diharapkan peserta siap untuk menjadi petani yang handal dalam hal produksi pangan dan mampu menyisiati kebutuhan modal dengan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR)," tutur Dedi,
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan, BPPSDMP, sekaligus Direktur Program YESS, Idha Widi Arsanti berharap peserta pelatihan dapat memahami pertanian hidroponik yang merupakan fokus pelatihan Agribisnis Smart Farming Batch 3.
“Peserta yang mengikuti pelatihan ini sudah mempunyai bidang usaha pertanian hidroponik. Kenapa hidroponik? karena merupakan solusi untuk mengatasi keterbatasan lahan” jelas Santi
“Selama dua hari dijadwalkan peserta akan praktek langsung pertanian hidroponik di P4S Griya Seruni, dengan harapan peserta dapat mendapat wawasan lebih tentang hidroponik dan lebih aplikatif sebut Santi saat membuka pelatihan, Sabtu (3/6).
"Kami juga berharap peserta di akhir pelatihan dapat mengakses KUR," imbuh dia.
Turut hadir pada pembukaan pelatihan, Kepala BBPMKP, Yusral Tahir, Project Manager YESS, Inneke Kusumawaty, dan Widyaiswara, Winny Dian Wibawa.
602
© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.