Foto : Kegiatan ToT berlangsung di Balai Besar Pelatihan Manajemen Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi Bogor dan dimulai pada 21 Juni sampai dengan 25 Juni, 2023.
Agronews.id, Ciawi - Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) berkomitmen melakukan regenerasi petani dan mencetak petani muda dengan jiwa wirausaha.
Bentuk komitmen tersebut, Kementan bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD) mencanangkan program regenerasi petani melalui Youth Entrepreneurship and Employment Support Services Programme (YESS).
Program YESS bertujuan mencetak petani milenial dan meningkatkan kapasitas maupun kompetensinya serta mengembangkan kemampuan wirausaha bagi generasi milenial.
Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, mengingatkan pentingnya pengelolaan usaha dan keuangan bagi petani dan wirausaha pertanian
"Petani harus memiliki kemampuan mengelola usaha yang baik, terutama menyangkut keuangan. Sebab, usaha pertanian melibatkan aspek modal yang tidak sedikit. Untuk itu, segala sesuatunya harus dilakukan dengan cermat," ujar Mentan Syahrul.
BPPSDMP terus berkomitmen meningkatkan kualitas generasi milenial sebagai motor penggerak utama sektor pertanian. Berbagai upaya pun dilakukan, mulai dari pelatihan, permagangan, akses permodalan, hingga peningkatan jejaring pemasaran.
Terbaru, BPPSDMP menggelar Training of Trainer (ToT) Literasi Keuangan dan Proposal Bisnis Batch kedua bagi Calon Pelatih (Trainer) Keuangan pada lima kabupaten program YESS di wilayah Jawa Barat.
Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, mengatakan, petani harus memiliki kemampuan mengelola keuangan dengan baik. Sebab, usaha pertanian melibatkan aspek modal yang tidak sedikit.
"Untuk itu, segala sesuatunya harus dilakukan dengan cermat," ungkap Dedi.
Lebih lanjut Dedi menambahkan, pertanian modern memang membutuhkan ‘pencatatan’ keuangan yang tersusun rapi. Tujuannya untuk memudahkan petani dalam melakukan evaluasi. Sebab, usaha pertanian memiliki fluktuasi dari waktu ke waktu.
“Hasil evaluasi tersebut sangat berguna untuk menentukan strategi usaha pada periode tanam di musim berikutnya. Dengan nilai bisnis besar, maka penguatan literasi keuangan petani harus diperkuat,” papar Dedi.
Pencatatan keuangan yang baik dan terukur, akan berdampak positif untuk petani saat mengajukan akses permodalan ke perbankan dan lembaga keuangan lain.
“Laporan keuangan yang baik,akan mempermudah proses akses permodalan bagi para petani” tambah Dedi.
Kegiatan pelatihan TOT Literasi Keuangan dan Proposal Bisnis bertujuan meningkatkan kemampuan menjadi pelatih serta pendamping ke petani milenial, dengan mengimplementasikan cara membuat proposal yang baik agar dapat mengakses permodalan, utama nya Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Kegiatan ToT berlangsung di Balai Besar Pelatihan Manajemen Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi Bogor dan dimulai pada 21 Juni sampai dengan 25 Juni, 2023.
TOT kali ini diikuti sebanyak 60 peserta yang terdiri dari Staf Business Development Service Provider (BDSP), financial advisor yang berasal dari Kabupaten Bogor (5) orang, Kabupaten Tasikmalaya (15) orang, Kabupaten Subang (18) orang, Kabupaten Cianjur (10) orang dan Kabupaten Sukabumi (12) orang.
230
© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.