Foto : Pengukuhan Taruna Makmur dilaksanakan pada rangkaian acara Jambore Makmur di Karawang, Sabtu (11/11/2023).
Agronews.id, Karawang - Kementerian Pertanian mengerahkan mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dari seluruh Indonesia menjadi Taruna Makmur, yang merupakan program PT Pupuk Indonesia untuk menjadi penyuluh atau pendamping petani pada program Makmur.
Pengukuhan Taruna Makmur dilaksanakan pada rangkaian acara Jambore Makmur di Karawang, Sabtu (11/11/2023).
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan kinerja Kementan sangat penting dalam meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan ekspor.
Mentan juga menekankan, penyuluh harus menjadi pendamping petani yang mampu mengawal kebijakan pemerintah dalam pembangunan pertanian bersama petani.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan solusi dalam antisipasi krisis pangan adalah dengan menggenjot produktivitas dan produksi padi dan jagung.
“Pastikan taruna makmur yang menjadi penyuluh mendampingi petani mendorong petani untuk menggenjot produktivitas dan produksi pertanian”, ujar Dedi.
Dedi menambahkan, peran penting mahasiswa Polbangtan diharapkan menjadi pendamping petani, memastikan penyaluran pupuk, penggunaan benih berkualitas, dan sarana prasarana produksi terjamin.
Pemanfaatan asuransi pertanian menjadi fokus penting untuk mendukung ketahanan petani. Taruna Makmur diharapkan akan menjadi ujung tombak dalam mendampingi petani di seluruh Indonesia.
Dedi menjelaskan bahwa peran Taruna Makmur harus dapat menjadi jembatan komunikasi pengetahuan pertanian dari pemerintah pusat ke petani. Mereka diharapkan dapat menyampaikan informasi mengenai teknologi pertanian, benih unggulan, dan inovasi pupuk terbaik ke lapisan petani paling bawah.
Taruna Makmur berasal dari Polbangtan seluruh Indonesia, yaitu Polbangtan Bogor, Yogyakarta, Malang, Medan, dan Gowa. Para Taruna Makmur ini akan memberikan pendampingan budidaya dan memberikan layanan agronomis bagi petani yang bergabung pada Program Makmur.
“Kita merekrut teman-teman mahasiswa dari fakultas pertanian, dengan tugas utamanya mendampingi para petani,” kata Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi dalam acara Jambore Makmur.
Saat ini sudah ada 100 ribu petani yang bergabung dalam program Makmur. Adapun jumlah lahan yang digarap para petani Makmur itu mencapai 300 ribu hektare (HA), yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Dengan jumlah yang banyak itu, maka dibutuhkan banyak pendamping yang bisa membantu petani meningkatkan produktivitasnya.
Adapun jumlah Taruna yang dikukuhkan sebanyak 76 orang, berikut polbangtan yang tergabung di Taruna Makmur yang magang di Pupuk Iskandar Muda sebanyak 3 orang dari Polbangtan Medan, Pupuk Kujang Cikampek sebanyak 15 orang dari Polbangtan Bogor, Pupuk Sriwidjaja Palembang sebanyak 8 orang dari Polbangtan Medan, Pupuk Kalimantan Timur sebanyak 10 orang dari Polbangtan YOMA dan Petro Kimia Gersik dengan jumlah Taruna Makmur sebanyak 40 orang berasal diantaranya sebanyak 27 orang dari Polbangtan Yogyakarta-Magelang, 8 orang dari Polbangtan Malang dan 5 Orang dari Polbangtan Bogor.
Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan hingga mencapai 500 orang dengan sebaran di berbagai wilayah di Indonesia. Selain menjadi pendamping, Taruna Makmur juga akan didorong untuk menjadi petani muda.
“Karena petani muda itu penting, tanpa ada petani baru, tahun 2040-2050 sudah tidak ada lagi petani di Indonesia. Jadi mereka ini kita dorong tidak hanya sebagai pendamping tetapi juga nantinya harapannya menjadi petani mandiri,” tambah Rahmad.
Program Makmur merupakan ekosistem pertanian yang menghubungkan dan memudahkan akses petani terhadap teknologi pertanian, permodalan, asuransi, kemudahan akses petani terhadap pupuk dan sarana pertanian yang berujung pada peningkatan produktivitas dan peningkatan kesejahteraan petani.
Program Makmur awalnya diinisiasi oleh PT Pupuk Kaltim yang merupakan anak usaha Pupuk Indonesia. Setelah berhasil dijalankan, program ini diadopsi oleh Pupuk Indonesia dan menjadi program Pupuk Indonesia Grup. Pelaksanaan program yang memberikan banyak manfaat ini dianggap berhasil dan selanjutnya diadopsi oleh Kementerian BUMN.
Adapun kinerja program Makmur sampai dengan Oktober 2023, sudah terealisasi di atas lahan seluas 306.775 hektare (ha) dengan jumlah petani 90.632 orang. Dari seluruh peserta program Makmur ini, tercatat peningkatan produktivitas beberapa tanaman pertanian seperti padi sebesar 14 persen atau menjadi 6,5 ton per ha dari sebelumnya 5,7 ton per ha.
Realisasi program Makmur dengan peningkatan realisasi tanam mencapai 67 persen, dan produktivitas tanaman padi juga meningkat sebesar 13 persen, jagung 12 persen, dan tebu 3 persen. Sementara itu, pendapatan petani meningkat sebesar 13 persen untuk padi, 15 persen untuk jagung, dan 5 persen untuk tebu.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi mengatakan program Makmur merupakan salah satu bentuk ekosistem pangan. Dalam hal ini, dia menekankan bagaimana petani bisa tergabung dalam ekosistem pangan, sehingga produknya bisa sampai ke hilir. Eksosistem pangan melibatkan seluruh pihak dari input, logistik sampai end customer itu bisa jadi satu kesatuan. Ekosistem pangan yang dibangun melalui Program Makmur ini merupakan suatu program yang sangat baik dalam menata ketahanan pangan nasional yang tangguh.
90
© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.