Atasi Masalah Pangan, Inilah Langkah Strategis Kementan

Minggu, 28 Januari 2024 10:32 WIB

Foto: Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan langkah-langkah strategis


Agronews.id, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan langkah-langkah strategis dalam menghadapi permasalahan pangan. Hal ini untuk mendorong kemajuan pertanian Indonesia berbasis kesejahteraan petani.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa ekosistem pangan nasional bukan hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional saja. Akan tetapi didorong juga untuk memenuhi kebutuhan pangan Asia Tenggara, bahkan dunia melalui ekspor setelah cadangan pangan pemerintah tercukupi. Salahsatunya adalah komoditas strategis hortikultura, ujar Mentan Amran.

Senada dengan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa komoditas hortikultura merupakan komoditas pertanian yang paling diminati oleh petani-petani milenial. Ini dikarenakan, menurut para petani milenial, komoditas hortikultura menghasilkan keuntungan yang luar biasa dan memiliki potensi ekspor yang besar.

“Saya beberapa kali cek di lapangan, ternyata petani milenial itu banyak yang bermain di komoditas hortikultura", ucap Kabadan Dedi.

Ketika saya tanya alasannya, mereka bilang bahwa pertanian hortikultura mampu menghasilkan keuntungan yang besar dan peluang ekspornya juga ada. Selain itu kita juga harus memperkuat peran SDM untuk meningkatkan produksi, karena salah satu kunci keberhasilan pembangunan pertanian adalah kualitas SDM yang mumpuni, tegas Kabadan.

Pada acara Mentan Sapa Petani Penyuluh Pertanian (MSPP) volume 04, bertemakan "Kebijakan dan Program Direktorat Jenderal Hortikultura Tahun 2024", Jumat (26/01/2024) menurut Direktur Perlindungan Hortikultura, Jekvy Hendra  selaku Narasumber MSPP menjelaskan tentang arah kebijakan pembangunan hortikultura. Diantaranya adalah  meningkatkan daya saing hortikultura melalui peningkatan produksi, produktivitas, akses pasar, peningkatan nilai tambah  didukung sistem pertanian modern yang ramah lingkungan.

Sedangkan kegiatan utama Direktorat Jenderal Hortikultura diantaranya yaitu Kampung Hortikultura, UMKM Hortikultura dan Jaminan Mutu, Produksi Benih Umbi Hortikultura dan Pengendalian OPT serta Penanganan Dampak Perubahan Iklim atau DPI, jelasnya. 

Selanjutnya Jekvy menambahkan bahwa langkah penumbuhan UMKM Hortikutura diantaranya fasilitasi sarana dan prasarana pascapanen dan pengolahan, meningkatkan diversifikasi hasil olahan untuk meningkatkan nilai tambah hortikultura. Selain ada juga kemitraan dengan stakeholder untuk penumbuhan UMKM hortikultura dan meningkatkan kapabilitas melalui bimbingan teknis serta promosi pemasaran produk olahan hortikultura.

Untuk Kampung Hortikultura sendiri merupakan Program Kementan  yang bertujuan untuk membangun sektor pertanian yang lebih baik lagi. “Ini bagian dari strategi pemerintah dalam upaya pengembangan kampung hortikultura", ujar Jekvy kepada sobat tani.

Program kampung hortikultura tak hanya bibit saja melainkan juga ada sarana dan prasarana pendukung lainnya yang dibagikan, seperti pupuk cair dan pupuk anorganik. Hal ini untuk memudahkan para penerima bantuan yaitu petani yang tergabung dalam kelompok tani (Poktan), dalam pengembangan komoditas.

Kita berharap program utama Ditjen Hortikultura Kementan di tahun 2024 ini dapat berlangsung dengan baik. Sehingga masyarakat sebagai penerima manfaat dari Program Direktorat Jenderal Hortikultura ini betul-betul merasakan dampaknya. Terutama dalam peningkatan kesejahteraan mereka serta meningkatkan produksi dan produktivitas sektor pertanian, tutup Jekvy (HV/NF).

155

Superadmin

Berita Terkait


AgroNews.id merupakan situs berita populer yang fokus pada bidang pertanian, peternakan, kehutanan, lingkungan hidup, kelautan, dan perikanan Indonesia. AgroNews.id adalah portal berita web yg berisi opini, infografis, dan artikel daring, baik lokal maupun internasional dibawah PT. Agro Boga Makmur
Ikuti Kami
Follow dan Subscribe Media Sosial Kami

© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.