Kementan Berkomitmen Tingkatkan Keterampilan SDM Sektor Pertanian

Jumat, 15 Maret 2024 11:42 WIB

Foto: Kementan Berkomitmen Tingkatkan Keterampilan SDM Sektor Pertanian


Agronews.id, Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia (SDM) di sektor pertanian, baik itu penyuluh maupun petani.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar Pelatihan Food Budgeting bagi Penyuluh dan Fasilitator Desa dalam wilayah Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative (READSI).

Manajer READSI, Andi Amal Hayat Makmur menjelaskan, kegiatan angkatan VIII dan IX  yang berlangsung mulai 14 hingga 16 Maret 2024 itu digelar bersama Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP).

Dalam konteks READSI, kata dia, pelatihan ini fokus pada pengembangan pertanian dan mata pencaharian di pedesaan, serta perbaikan gizi keluarga, 

"Pelatihan ini sangat penting dalam meningkatkan pemahaman dan kapasitas keluarga petani terkait manajemen anggaran pangan," ungkap Andi, Jumat 15 Maret 2024.

Menurutnya, pelatihan ini penting dilakukan terlebih bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menyusun anggaran pangan yang seimbang dan berkualitas bagi keluarga petani di wilayah sasaran program READSI.

Andi menyebut, program pelatihan ini merupakan komitmen READSI demi meningkatkan produksi pertanian beserta pengetahuan para petaninya.

"Pelatihan ini telah dilaksanakan secara serentak di 5 Provinsi, yaitu Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan Nusa Tenggara Timur, dengan jumlah peserta mencapai 488 orang, terdiri dari 244 penyuluh pertanian dan 244 fasilitator desa dari 15 kabupaten di lokasi program READSI," jelasnya.

"Ini adalah komitmen kami untuk meningkatkan sektor pertanian," imbuh Andi.

Terpisah, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, menekankan bahwa salah satu faktor kunci dalam pembangunan pertanian adalah produktivitas, yang sangat bergantung pada kesiapan dan kapasitas SDM pertanian.

Karenanya, kata dia, pelatihan ini harus dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam upaya meningkatkan produksi pertanian.

"Peningkatan produktivitas itu bukan hanya karena pupuk, bukan karena alat mesin pertanian (Alsintan), bukan karena benih. Akan tetapi, peningkatan produktivitas pertanian juga ditentukan oleh kapasitas SDM pertaniannya," jelas Dedi.

Sementara Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan), Muhammad Amin mengungkap banyak upaya yang dilakukan Kementan untuk menjaga ketahanan pangan.

Melihat kondisi di beberapa negara yang sudah tidak lagi mengimpor komoditasnya, termasuk negara Indonesia sedang mengalami penurunan produksi pangan, Amin menyebut bahwa Kementan kini sedang mengupayakan langkah-langkah strategis percepatan di sektor pertanian.

Diantaranya yakni program optimalisasi lahan, peningkatan areal tanam, program peningkatan indeks pertanaman, dan pompanisasi.

“Program-program itu dilakukan Kementan agar kebutuhan pangan tetap tersedia ketika dibutuhkan masyarakat,” kata Amin.

147

Superadmin

Berita Terkait


AgroNews.id merupakan situs berita populer yang fokus pada bidang pertanian, peternakan, kehutanan, lingkungan hidup, kelautan, dan perikanan Indonesia. AgroNews.id adalah portal berita web yg berisi opini, infografis, dan artikel daring, baik lokal maupun internasional dibawah PT. Agro Boga Makmur
Ikuti Kami
Follow dan Subscribe Media Sosial Kami

© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.