Kementan Pagari Kebun Pemeriksaan Substansif di Muara Bogor Untuk Pengujian Varietas

Rabu, 03 April 2024 20:13 WIB

Foto: Kementan Pagari Kebun Pemeriksaan Substansif di Muara Bogor Untuk Pengujian Varietas


Agronews.id, BOGOR - Kementerian Pertanian (Kementan) meresmikan pembangunan pagar Kebun Pemeriksaan Substantif Perlindungan Varietas Tanaman (KPS PVT) Blok O di lahan Kebun Percobaan Muara Bogor, Jawa Barat. Rencananya, kebun pemeriksaan ini akan difungsikan untuk pemeriksaan varietas tanaman yang dimohonkan hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) untuk mengetahui unsur kebaruan, keunikan, keseragaman dan kestabilan (uji BUSS) sehingga nantinya varietas tersebut mendapat hak PVT  dan dapat dengan aman bersaing di pasar global.

Plt. Sekretaris Jenderal Kementan, Prihasto Setyanto mengatakan bahwa dalam pemeriksaan substansif PVT sangat penting untuk menilai varietas pemohon secara objektif. 

"Ini memang bukan pagar pembatas biasa dalam arti pembatas kebun. Tapi pembatas pagar ini adalah untuk memagari lahan uji coba yang tidak boleh diganggu oleh siapapun. Lokasinya harus terisolasi agar hasil uji PVT ini objektif bukan subjektif," ujar Prihasto saat Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pagar KPS PVT Muara, Rabu, 3 April 2024.

Prihasto mengatakan pemagaran diperlukan agar batas kebun ini sesuai dengan luas lahan yang ada di dalam sertifikat. Selain itu, pemagaran juga diperlukan agar ke depan tidak ada penyerobotan maupun perilaku orang tak bertanggungjawab seperti membuang sampah atau mendirikan bangunan liar.

"Kalau tidak dipagar nanti akan ada masalah yang dapat merusak pertumbuhan tanaman. Padahal varietas yang diuji coba ini milik pemohon yang harus dijaga," katanya.

Ke depan, kata Prihasto, tantangan kebun uji coba ini adalah hama burung yang memerlukan pengawasan ketat. Keberhasilan pengujian akan meningkat kan kepercayaan pemohon dan akan memacu semangat  perakitan varietas-varietas unggul baru. Hal ini juga yang menjadi arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman untuk meningkatkan produktivitas nasional melalui pengelolaan benih unggul.

"Selain untuk keamanan tanaman yang di uji. Menjaga aset ini sangat penting karena ini adalah lahan kosong di tengah pembangunan kota bogor yang masif. Bagaimanapun juga kementan memerlukan aset. Tidak mungkin aset dihilangkan begitu saja.

Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP Kementan), Leli nuryati mengatakan bahwa pemagaran ini sebagai upaya pemerintah dalam melindungi varietas milik pemohon selama masa pengujian BUSS.

Sementara untuk lahan yang siap dipagari, kata Leli kurang lebih sepanjang 225 meter lari dari total 736 meter keliling blok O. Sedangkan sisanya akan dipagari secara bertahap menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia. 

"Kami sedang mempersiapkan pemagaran Blok O. Dan yang kita letakan ini sudah bisa kita tanami sepanjang 225 meter lari atau sekitar 400m2" katanya.

Leli menambahkan bahwa sosialisasi pemagaran sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu dan mendapat respon positif dari masyarakat sekitar. Ke depan, kata Leli, pemerintah akan mengamankan aset secara bertahap baik yang ada di Bogor maupun daerah lainnya.

"Tadi pagi sudah sosialisasi dengan masyarakat dan alhamdulillah mereka setuju karena ini varietas pemohon yang sedang dalam tahap pemeriksaan," katanya.

Kepala Kebun Percobaan Muara Bogor, Asep Dedi mengaku siap menjaga aset pengujian milik Pusat PVTPP Kementan. Menurut Asep, selama ini pemeriksaan terhadap area kebun juga dilakukan secara berkala untuk memastikan kemanan bagi lingkungan sekitar.

"Kami jaga kebun ini karena berdekatan dengan rumah penduduk. Kami juga mengawasi pola pestisida agar sesuai dan tidak mencemari lingkungan," jelasnya.

 

Superadmin

Berita Terkait


AgroNews.id merupakan situs berita populer yang fokus pada bidang pertanian, peternakan, kehutanan, lingkungan hidup, kelautan, dan perikanan Indonesia. AgroNews.id adalah portal berita web yg berisi opini, infografis, dan artikel daring, baik lokal maupun internasional dibawah PT. Agro Boga Makmur
Ikuti Kami
Follow dan Subscribe Media Sosial Kami

© 2021 AgroNews.id. All Rights Reserved.