Kementan Tebar Bantuan, Pertahankan Konsistensi Pertanian di Jawa Timur

Kamis, 18 April 2024 12:50 WIB

Foto: Kementan Tebar Bantuan, Pertahankan Konsistensi Pertanian di Jawa Timur


Agronews.id, Jawa Timur - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memimpin Apel Siaga Alat dan Mesin Pertanian di Provinsi Jawa Timur, Kamis 18 April 2024.

Pada kesempatan tersebut, Mentan Amran secara simbolis menyerahkan sejumlah bantuan berupa benih jagung hibrida dan padi hibrida.

Selain itu, Mentan Amran juga menyerahkan bantuan sebanyak 3.700 pompa air senilai Rp113,9 miliar. Kemudian bantuan traktor roda empat sebanyak 46 unit dengan nilai mencapai Rp17,4 miliar. Termasuk dukungan safari senilai Rp124,223 miliar.

Mentan Amran menjelaskan, bantuan terhadap Provinsi Jawa Timur ini adalah komitmen Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menjaga konsistensi dan meningkatkan kualitas pertanian.

"Jawa Timur merupakan daerah produsen padi nasional selama 4 tahun berturut-turut dengan produksi tertingginya berada di Kabupaten Lamongan, Ngawi dan Kabupaten Bojonegoro. Sehingga ini perlu terus dijaga dan ditingkatkan," jelasnya.

Untuk menjaga konsistensi itu, Kementan juga menyerahkan bantuan pupuk. Menurut Mentan Amran, hal tersebut merupakan janji Presiden Jokowi pada sektor pertanian yang ditunaikan oleh pihaknya.

"Ini adalah janji kami sebagaimana arahan Bapak Presiden, keputusan Bapak Presiden pupuk dinaikkan volumenya 100 persen per hari," ucap Menteri Amran.

"Bapak Presiden memerintahkan kepada kami tanda tangan dan sudah kami lakukan," imbuhnya.

Di samping itu, Mentan Amran menegaskan bahwa secara keseluruhan bantuan pertanian ini merupakan upaya untuk menjaga ketahanan pangan.

Sebab, tanpa pangan, negara tidak mungkin ada, suatu negara bisa berjalan apabila stabilitas pangan di wilayahnya terjaga.

"Bapak Ibu sekalian, tanpa pangan negara tidak ada. Mati hidupnya negara ini tergantung pangan, betul para petani adalah pahlawan pangan kita, kita harus jaga mereka," tegasnya.

Dia juga mengingatkan soal krisis pangan dunia yang menjadi tantangan bagi banyak negara termasuk Indonesia.

"Sekarang ini krisis pangan, krisis pangan dunia bukan saja Indonesia, ada 10 negara kelaparan, ada 44 negara terancam kelaparan, ada 900 ribu orang, hampir 1 miliar kelaparan hari ini di dunia karena pangan," kata Mentan Amran.

"Instruksi Presiden masih berlaku sampai hari ini manakala terjadi krisis pangan wajib TNI Polri Mendagri dan lain-lainnya ikut mengambil bagian untuk menangani pangan sesuai Instruksi Presiden Nomor 5 ditandatangan 3 Maret 2011, ada yang bertanya itu wajib bukan sunnah? wajib turun tangan!," katanya menegaskan.

Mentan Amran pun menjelaskan tujuan dan manfaat pembagian pompa di tengah badai El Nino, tujuannya adalah untuk optimalisasi lahan rawa.

"Sekarang ada pembagian pompa, apa tujuan pompa cepat untuk menghadapi El Nino saat ini? optimalisasi lahan rawa, ini adalah solusi cepat, Kenapa? kalau kita bangun sawah itu butuh 1, 2, 3 tahun baru bisa berproduksi," jelasnya.

Dalam acara itu Mentan Amran juga mengingatkan para pejabat untuk peduli terhadap nasib para petani, selain itu ia juga menyampaikan bahwa mimpi terbesar Indonesia adalah menjadi pengendali pangan dunia.

"Tahu enggak perasaannya petani? tahu nggak rasanya kalau nanti harganya turun? coba dengar suaranya itu saudara kita, kita Pejabat itu bertanggung jawab, kalau mau nikmati saja itu bukan pejabat, kita ini pelayan," jelasnya.

"Mimpi terbesar kita adalah kita pengendali pangan dunia dan bisa memberikan yang terbaik pada dunia khususnya sektor pangan di mana hari ini kekurangan pangan di tingkat dunia," tambah Mentan Amran.

Sementara, Pj Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono menyampaikan pesan positif dalam sambutannya.

Adhy mengungkapkan bahwa Pemprov Jawa Timur siap mendukung program percepatan dari Menteri Pertanian terkait pangan.

"Saya siap untuk mendukung program percepatan dari Pak Menteri Pertanian," ucap Adhy.

Adhy Karyono juga menjelaskan bahwa Jawa Timur berhasil konsisten menjadi produsen beras terbesar di Indonesia sejak 4 tahun berturut-turut.

"Jawa Timur masih mempertahankan posisi sebagai produsen paling terbesar di Indonesia saat berturut-turut 4 tahun mencapai 17,9 persen terhadap produksi padi nasional dengan serapan produksi padi tahun 2003 sebesar 9,7 ton atau setara dengan 5,6 juta ton beras," jelasnya.

Dia juga membahas tentang El Nino yang memberikan dampak signifikan terhadap pertanian, terutama pada pola tanam dan panen para petani.

Akan tetapi menurut Adhy pemerintah telah melakukan yang terbaik, yaitu dengan memberikan perhatian khusus dimana para petani mendapatkan harapan cerah di tengah badai El Nino dengan adanya program pompanisasi.

"Dampak El Nino dengan pengaruh signifikan terhadap sektor pertanian menjadi tantangan besar buat kami. Berdampak pada pola tanam dan pola produksi pertanian sehingga memerlukan perhatian khusus, dan ternyata terjawab sekarang irigasi kita diberikan bantuan yang cukup banyak yaitu 3.700 buah pompa air," kata dia.

"Itu menjawab kebutuhan kami, bagaimana mengoptimalkan sawah-sawah tadah hujan dan yang kekurangan air panen raya tahun 2024 dari bulan Maret dan puncaknya bulan April," lanjutnya.

Adhy mempertegas bahwa kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat kepada Jawa Timur adalah keputusan yang tepat.

"Kami ingin mewujudkan kebijakan Pak Menteri bahwa Jawa Timur tidak salah kalau diberikan dukungan seperti itu, Oktober 2003-2004 komoditas padi mengalami penurunan luas tanah tercapai 1,2 juta hektar atau lebih kecil 95 ribu hektar dibandingkan relasi tahun sebelumnya September 2024. Kami memiliki target seluas 821 ribu hektar dan Alhamdulillah kemarin para Bupati, Walikota, di Jawa Timur memiliki kesanggupan tanam sampai dengan 889 ribu," ujarnya.

"Dengan adanya program pompanisasi kami yakin bahwa persoalan penyediaan air yang dialiri di luar irigasi reguler dapat terwujud," tegasnya.

Adhy juga menyampaikan bahwa Jawa Timur bekerja sama dengan beberapa pihak lainnya dan salah satu hasil kerja sama itu adalah koperasi untuk para petani.

"Kami juga ingin menyampaikan, koperasi petani dan nelayan khusus untuk padi konsep koperasi multi pihak dengan dukungan dari PT kliring berjangka berupa resi gudang dan ini sudah berjalan 2 kali panen," pungkasnya.

 

578

Superadmin

Berita Terkait


AgroNews.id merupakan situs berita populer yang fokus pada bidang pertanian, peternakan, kehutanan, lingkungan hidup, kelautan, dan perikanan Indonesia. AgroNews.id adalah portal berita web yg berisi opini, infografis, dan artikel daring, baik lokal maupun internasional dibawah PT. Agro Boga Makmur
Ikuti Kami
Follow dan Subscribe Media Sosial Kami

© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.