Foto : Boalemo Siap Adopsi Tusip Padi-Kelapa.
Agronews.id, Kabupaten Boalemo - Kementan dan Kabupaten Boalemo berkomitmen antisipasi darurat pangan dengan kembangkan konsep tumpang sisip padi di lahan kelapa
Kabupaten Boalemo dengan wilayah yang cukup besar dan luas yaitu 1.824,72 km2, mampu menghasilkan 7.497,58 ton kelapa pada tahun 2020. Tercatat ada tiga kecamatan sentra yaitu Mananggu menghasilkan 1.264,00 ton kelapa, Botumoito 1.352,00 ton dan Tilamuta 1.260,00 ton.
Kondisi tersebut menarik perhatian Kementerian Pertanian (Kementan) untuk membantu pemerintah pusat menjaga ketersediaan pangan. Melalui Keputusan Menteri Pertanian No.243 tahun 2024 tentang Satuan Tugas (satgas) Antisipasi Darurat Pangan, Boalemo memiliki potensi seluas 2.308 ha lahan perkebunan yang dapat dioptimalkan untuk meningkatkan areal pertanaman padi. Melalui Keputusan Menteri Pertanian tersebut ditugaskan Direktur Perbenihan Hortikultura, Inti Pertiwi Nashwari sebagai penanggung jawab satgas di Boalemo.
Pada hari Rabu, 8 Mei 2024 Direktur Perbenihan Hortikultura, Inti Pertiwi Nashwari berkoordinasi dengan PJ Bupati Boalemo, Sherman Moridu untuk mendorong penggunaan lahan-lahan di bawah tegakan kelapa agar memperkuat ketahanan pangan nasional. Melihat luasnya potensi lahan yang ada perlu kolaborasi yang masif agar program yang diinisasi oleh Kementan ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Boalemo khususnya dan seluruh rakyat Indonesia umumnya.
Saat ini kementan memiliki langkah antisipasi darurat pangan melalui kegiatan Optimalisasi Lahan Rawa, Pompanisasi Lahan Tadah Hujan, dan Tumpang Sisip (Tusip) Padi Gogo. Kementan terus menggencarkan optimalisasi lahan perkebunan dikombinasikan dengan budidaya padi gogo sebagai langkah konkrit meningkatkan produksi padi dan mengatasi darurat pangan, potensi pengembangan padi gogo secara tusip dan lahan kering di Boalemo yang tahap awal ini direncanakan pengembanggnya di 250 ha,” ucap Inti
Semangat ini disambut baik oleh Pemerintahan Kabupaten Boalemo. PJ Bupati Boalemo, Sherman Moridu menyampaikan “Konsep tusip ini mungkin hal yang baru bagi masyrakat kami, meski begitu kami siap mendukung pengembangannya ini karena konsep ini kami rasa cukup efektif dalam menghadapi dinamika masalah pangan yang ada. Kami akan kerahkan seluruh sumberdaya yang ada hingga aparat desa untuk sama-sama mengantisipasi darurat pangan ini”.
Komitmen bersama ini langsung ditindaklanjuti dengan melakukan kunjungan bersama satgas antisipasi darurat pangan dan pemerintah Boalemo ke lahan HGU di Kecamatan Tilamuta yang kurang lebih seluas 113 ha. Usulan lahan ini langsung disampaikan oleh PJ Bupati Boalemi kepada Direktur Perbenihan Hortikultura.
Lahan tersebut cukup ideal untuk digunakan dalam program tusip padi-kelapa karena kondisinya sesuai dengan standar kriteria yang telah diatur dalam petunjuk operasional program ini. Lahan HGU 113 ha ini memiliki sumber air yang mumpuni yaitu berasal dari Sungai dan Embung Piloliyanga dengan debit sangat besar.
Respon positif PJ Bupati Boalemo ini kemudian didukung oleh Direktur Perbenihan Horitukultura dengan inisiasi pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) bagi para penyuluh Kabupaten Boalemo. Bimtek dengan tema “Adopsi Teknologi Tusip Padi-Kelapa Mendukung Peningkatan Areal Tanam Padi 2024” dilaksanakan pada Kamis, 9 Mei 2024 di Kantor BPP Botumoito.
Bimtek ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman dan menyamakan pemikir para penyuluh sehingga mampu mendukung kelancaran pelaksanaan program tusip padi-kelapa ini.
47
© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.