Wujudkan Swasembada Pangan, Kementan Percepat Optimasi Lahan Rawa di Kalsel

Jumat, 31 Mei 2024 10:59 WIB

Footo : Bustanul Arifin Caya menghadiri  Penandatanganan kontrak Optimasi Lahan (Oplah) Rawa 2024 di Aula Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Kamis (30/05/2024) 


Agronews.id, Banjarbaru – Setelah mencanangkan Program Upaya Khusus (UPSUS) Antisipasi Darurat Pangan, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman meminta agar seluruh jajarannya segera lakukan percepatan program tersebut.
 
Mentan Amran juga meminta kepada seluruh Kepala Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten untuk mempercepat proses tanam. Yang pertama kita lakukan itu percepatan tanam. Harapannya kita dapat meningkatkan produksi dan menekan impor di tahun berikutnya. 

"Kita harus turun ke lapangan untuk pastikan semua yang bisa melakukan tanam, kita segera tanam," tegasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi terus mendorong realisasi kegiatan UPSUS di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) agar dapat membantu meningkatkan produktivitas padi dalam antisipasi darurat pangan nasional.

"Mau tidak mau, suka tidak suka, siap tidak siap kita harus mampu memproduksi pangan kita sendiri". Kita harus bisa mengejar target agar kebutuhan beras kita mencukupi, ujar Dedi.

Menandai dimulainya Program UPSUS tersebut Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Bustanul Arifin Caya menghadiri  Penandatanganan kontrak Optimasi Lahan (Oplah) Rawa 2024 di Aula Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Kamis (30/05/2024) 

Kontrak ditandatangani oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Banjarmasin, Kepala Dinas Kabupaten Tapin, Kepala Dinas Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kepala Dinas Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan perwakilan dari Politeknik Negeri Banjarmasin selaku pelaksana program.

Dalam arahannya, Bustanul berharap agar pelaksanaan konstruksi di bawah program ini dapat segera dipercepat.

"Setelah penandatanganan kontrak ini, diharapkan pelaksanaan konstruksi segera di percepat," ujarnya.

Hal ini disebabkan oleh ramalan BMKG yang memprediksikan kekeringan di wilayah Kalsel.

Bantuan pemerintah berupa pompa air juga telah turun dan siap untuk dimanfaatkan. Sehingga dengan percepatan kontuksi dan alsin optimalisasi lahan dapat dilaksanakan, ucap Bustanul.

Oplah rawa di Kalsel diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut, terutama untuk tanaman padi. Program ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan nasional. 

Diharapkan dengan adanya program ini, produktivitas pertanian di Kalsel dapat meningkat dan ketahanan pangan nasional dapat diperkuat, tutup Bustanul. (PN/NF)

220

Superadmin

Berita Terkait


AgroNews.id merupakan situs berita populer yang fokus pada bidang pertanian, peternakan, kehutanan, lingkungan hidup, kelautan, dan perikanan Indonesia. AgroNews.id adalah portal berita web yg berisi opini, infografis, dan artikel daring, baik lokal maupun internasional dibawah PT. Agro Boga Makmur
Ikuti Kami
Follow dan Subscribe Media Sosial Kami

© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.