Foto : Solusi inovatif untuk perikanan sidat berkelanjutan; KKP, Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Sukabumi, dan FAO bergandeng tangan untuk Pengelolaan Perikanan Darat Berkelanjutan.
Agronews.id, Sukabumi, 28 Mei 2024 -- Dalam langkah signifikan menuju konservasi keanekaragaman hayati dan pengelolaan perikanan darat yang berkelanjutan, proyek IFish, proyek yang dilaksanakan bersama oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Sukabumi, dan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), membangun fishway untuk mendukung penyediaan jalur migrasi bagi sidat (Anguilla spp.).
Sebagai bagian dari proyek ‘Integrasi Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Penggunaan Berkelanjutan ke dalam Praktik Perikanan Darat di Ekosistem Air Tawar dengan Nilai Konservasi Tinggi’ (dikenal sebagai IFish), kolaborasi ini menandai pentingnya mengintegrasikan solusi inovatif untuk mengatasi masalah keanekaragaman hayati yang mendesak, terutama dalam perikanan darat di Indonesia.
Fishway tersebut dibangun di sungai Cibareno, Sukabumi -- lokasi penting bagi proyek ini, dan habitat bagi spesies sidat yang terancam punah. Pembangunan ini diharapkan dapat menjaga kualitas habitat dan konektivitas untuk perikanan sidat dalam ekosistem perikanan darat yang lebih luas. Bergandengan tangan dengan Charles Sturt University dalam inisiatif percontohan, desain ini didasarkan pada klaim ilmiah keanekaragaman hayati bahwa semua ikan migrasi, terutama sidat, dapat menavigasi melalui fishway secara efektif, memastikan pergerakan mereka dari hilir ke hulu, yang sangat penting bagi mata pencaharian warga Sukabumi.
Proyek IFish dilaksanakan di Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Kalimantan Tengah dengan fokus pada Pendekatan Ekosistem untuk Pengelolaan Perikanan (EAFM) dengan tujuan melestarikan spesies ikan yang terancam punah di ekosistem air tawar darat, seperti sidat, arwana, dan belida. Melalui upaya mereka, pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan kini telah masuk ke dalam regulasi dan kebijakan lokal.
Yayan Hikmayani, Direktur Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDMKP) KKP, menyambut baik reformasi kebijakan sebagai bagian dari tujuan proyek. "Perkembangan telah dibuat dalam Peraturan Bupati Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Perikanan di Kabupaten Sukabumi. Ini diinisiasi oleh TWG (Kelompok Kerja Teknis) untuk merancang fishway sesuai dengan Peraturan Bupati. Kami berharap setiap bendungan dan dam menyediakan fishway atau fish ladder untuk spesies ikan migrasi."
Selain itu, Eko Nugroho dari kantor Focal Point Operasional Global Environmental Facility (GEF) untuk Indonesia, menyatakan apresiasinya terhadap pengelolaan perikanan darat dalam proyek ini. "Lokasi di Sukabumi telah menunjukkan bahwa mungkin untuk mencapai keanekaragaman hayati yang berkelanjutan. Dengan dukungan pemerintah daerah dan masyarakat adat, kami dapat mencapai solusi inovatif seperti fishway, untuk memastikan migrasi yang mulus bagi spesies ikan, seperti sidat, dan memastikan konservasi mereka juga."
Inovasi unik dari proyek ini menarik perhatian signifikan dari pemangku kepentingan lainnya untuk bergandengan tangan mempromosikan kehidupan yang lebih baik bagi warga Sukabumi. Tahun ini, kabupaten berencana melanjutkan dua fishway tambahan di Sungai Cicatih, bekerja sama dengan PT. Metaphora, untuk memanfaatkan infrastruktur pembangkit listrik tenaga mikrohidro, memastikan jalur ikan terintegrasi secara mulus menggunakan pengembangan listrik tenaga air. Melalui pendekatan multifaset yang mencakup kebijakan dan regulasi, aktivitas percontohan, dan manajemen data yang kuat, pengelolaan berkelanjutan populasi sidat dan sumber daya perikanan darat telah diperkuat.
Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor-Leste, Rajendra Aryal, menyebutkan pentingnya Pendekatan Ekosistem untuk Pengelolaan Perikanan (EAFM) dalam konstruksi. "Pembangunan fishway telah memberikan nafas baru bagi konservasi sidat di Sukabumi. Kami sangat senang melihat institusi seperti PT. Metaphora mereplikasi pembangunan fishway dalam proyek mini hidroelektrik mereka dengan mengikuti model percontohan yang diterapkan oleh proyek IFish.
Upaya semacam ini memastikan migrasi ikan yang aman dan memainkan peran penting dalam pengelolaan berkelanjutan sumber daya perairan darat serta konservasi spesies yang terancam punah. Ini juga memastikan bahwa komunitas memiliki akses ke sumber protein alami berkualitas tinggi dan mata pencaharian yang lebih baik melalui peningkatan pendapatan, dan sejalan sempurna dengan Kerangka Program FAO untuk mengubah sistem pangan," kata Aryal. Pembangunan fishway berfungsi sebagai gerbang untuk mempromosikan inisiatif serupa di seluruh Indonesia, yang tidak hanya berkontribusi pada mata pencaharian komunitas lokal, tetapi juga konservasi keanekaragaman hayati dan ekosistem secara keseluruhan.
-
Kontak Media
Eva Pastora, National Communication Specialist FAO Indonesia, +6281312479608, winda.pastora@fao.org
46
© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.