Tidak Kenal Libur, Kementan Lakukan Pengendalian Penggerek Batang Padi di Karawang

Sabtu, 15 Juni 2024 09:10 WIB

Foto : Kementan menggiatkan gerakan pengendalian penggerek batang padi di Desa Lemahkarya, Kec. Tempuran, Kab. Karawang, Jawa Barat (15/6)


Agronews.id, Karawang - Memastikan pengamanan produksi padi di Karawang, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Ditjen Tanaman Pangan terus intensif melakukan gerakan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) atau biasa disebut juga hama penyakit tanaman. Gerakan pengendalian merupakan kegiatan pengendalian OPT yang dilakukan secara bersama-sama dan serentak di hamparan yang luas. 

Di akhir pekan ini, Kementan menggiatkan gerakan pengendalian penggerek batang padi di Desa Lemahkarya, Kec. Tempuran, Kab. Karawang, Jawa Barat (15/6) bersama petugas POPT, Penyuluh, dan petani dari kelompok tani Mekarsari. Hama pengerek batang padi memang sedang menjadi OPT utama yang diwaspadai di Kabupaten Karawang. Hama ini biasa disebut juga sebagai sundep saat menyerang tanaman padi pada fase vegetatif dan beluk saat menyerang pada fase generatif.

Menanggapi hal ini, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menerangkan bahwa serangan hama penggerek di Karawang ini luasnya tidak signifikan jika dibandingkan dengan luas tanam padi saat ini. “Makanya, untuk menjaga potensi produksi tetap terjaga, terus dilakukan upaya-upaya pengendalian dengan mengutamakan pengendalian secara ramah lingkungan. Kendalikan hama penggerek batang padi mulai dari persemaian dengan mengumpulkan kelompok telurnya. Jangan sampai, kita malah menyebarkannya saat pindah tanam nanti. Mencegah tetap lebih baik daripada mengobati, kendalikan OPT sejak sedini mungkin,” ungkap Suwandi.

Sementara itu, saat bertemu dengan  seluruh petugas POPT di Kabupaten Karawang (14/6), Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Rachmat kembali mengingatkan kepada seluruh petugas POPT agar mengintensifkan pengamatan dan segera mengambil upaya pengendalian OPT yang diperlukan. “Saat ini menjelang libur panjang, sedangkan OPT itu tidak mengenal hari libur. Kita harus menyadari hal ini dan berusaha tetap memberikan pelayanan maupun pendampingan kepada petani agar pertanaman mereka tetap aman dari serangan OPT meskipun saat libur panjang,” tegas Rachmat.

Koordinator POPT Kabupaten Karawang, Aziz menuturkan bahwa serangan OPT di Karawang saat ini terkendali dan sudah menurun “Serangan penggerek batang cukup meningkat terjadi di bulan April. Dan sampai dengan saat ini, kami telah melakukan gerakan pengendalian lebih dari 305 ha dan akan terus dilanjutkan. Seperti halnya hari ini dan besok kami lakukan gerakan pengendalian bersama petani yang didampingi langsung oleh Tim Pusat dari Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan,” terang Aziz.

Dalam upaya pengamanan produksi dari serangan OPT, Kementan selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat dan stake holder terkait. Hal ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman yang menginstruksikan kepada seluruh jajarannya agar terus menjalin koordinasi dengan berbagai pihak terkait dalam upaya untuk selalu hadir membersamai petani mengatasi masalah atau kendala budidaya yang dihadapinya.

241

Superadmin

Berita Terkait


AgroNews.id merupakan situs berita populer yang fokus pada bidang pertanian, peternakan, kehutanan, lingkungan hidup, kelautan, dan perikanan Indonesia. AgroNews.id adalah portal berita web yg berisi opini, infografis, dan artikel daring, baik lokal maupun internasional dibawah PT. Agro Boga Makmur
Ikuti Kami
Follow dan Subscribe Media Sosial Kami

© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.