Kementan Akselerasi Program Antisipasi Darurat Pangan Provinsi Kalsel

Kamis, 25 Juli 2024 10:51 WIB

Foto : Rapat koordinasi bersama Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan jajarannya serta Penanggung Jawab PAT Kabupaten/Kota di Kantor Dinas PKP Provinsi Kalsel, (23/07/2024).


Agronews.id, Kalsel - Kementerian Pertanian (Kementan) tengah fokus pada peningkatkan produksi padi dan produktivitas padi melalui Program Upaya Khusus (UPSUS) Antisipasi Darurat Pangan.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya sinergi dalam menghadapi ancaman krisis pangan dunia. Mentan Amran juga menaruh harapan besar terhadap Pemerintah Daerah di seluruh Indonesia.

Sementara, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menyampaikan bahwa swasembada beras berkelanjutan menjadi komitmen pemerintah dan lahan rawa menjadi solusi bagian penting bagi masa depan pertanian Indonesia.

Dedi juga mengajak semua tim UPSUS Antisipasi Darurat Pangan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) agar bekerja keras guna mencapai target yang telah disepakati.

"Peningkatan produksi padi melalui optimalisasi pemanfaatan lahan rawa  berkelanjutan dan pompanisasi berbasis pertanian modern sangat diperlukan. Hal ini sejalan dengan upaya mengatasi krisis pangan yang terjadi dewasa ini karena adanya konflik dan El Nino yang terjadi sejak Februari 2023”, ujar Dedi.

Dalam rangka percepatan program Antisipasi Darurat Pangan Provinsi Kalsel, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Kapusluhtan), Bustanul Arifin Caya selaku penanggungjawab provinsi melakukan rapat koordinasi bersama Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (PKP) dan jajarannya serta Penanggung Jawab PAT Kabupaten/Kota di Kantor Dinas PKP Provinsi Kalsel, Selasa (23/07/2024).

Bustanul menyampaikan bahwa realisasi pertambahan areal tanam di Provinsi Kalsel belum optimal. Untuk itu, kita harus segera melakukan akselerasi dan terobosan untuk mencapai target program tersebut.

“Permasalahan di lapangan harus segera dicarikan solusinya, dan penyampaian data perkembangan PAT melalui optimasi lahan, pompanisasi dan tumpang sisip padi gogo harus cermat, benar dan tepat”, ujar Bustanul.

Bustanul mengungkapkan bahwa Provinsi Kalimantan Selatan termasuk 10 besar penghasil beras di indonesia, oleh karena itu keberhasilan PAT Kalsel akan menjadi kontributor keberhasilan penyediaan pangan nasional dan sebaliknya jika Kalsel tidak mencapai target maka akan berpengaruh pada produksi pangan Nasional.

“Lahan yang sudah panen agar segera diolah dan tanam kembali, sambil menunggu pekerjaan konstruksi berproses dan pompa yang sudah ada harus dioptimalkan untuk mengejar capaian perluasan areal tanam”,.tambah Bustanul.

Menurut Kapala Dinas PKP Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman meminta kepada seluruh jajarannya dan kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota agar berupaya keras untuk merealisasikan kegiatan PAT melalui optimasi lahan, pompanisasi dan tumpang sisip.

Bila perlu kita pantau setiap hari progres pelaksanaan melalui penanggungjawab-penanggungjawab dari masing-masing Dinas. Melalui ralor ini diharapkan dapat mempercepat capaian PAT Kalsel, tutupnya. (PR/NF)

122

Superadmin

Berita Terkait


AgroNews.id merupakan situs berita populer yang fokus pada bidang pertanian, peternakan, kehutanan, lingkungan hidup, kelautan, dan perikanan Indonesia. AgroNews.id adalah portal berita web yg berisi opini, infografis, dan artikel daring, baik lokal maupun internasional dibawah PT. Agro Boga Makmur
Ikuti Kami
Follow dan Subscribe Media Sosial Kami

© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.