Bangun Sinergitas Program UPSUS, Langkah Nyara Kementan Antisipasi Darurat Pangan di Kalsel

Rabu, 14 Agustus 2024 10:47 WIB

Foto : Rakor digelar di Aula Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (12/08/2024). 


Agronews.id, Kalsel - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) tengah fokus pada peningkatkan produksi dan produktivitas padi melalui Program Upaya Khusus (UPSUS) Antisipasi Darurat Pangan Nasional, khususnya di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya sinergi dalam menghadapi ancaman krisis pangan dunia. Mentan Amran juga menaruh harapan besar terhadap Pemerintah Daerah di seluruh Indonesia.

Selain sumber daya manusia (SDM) menjadi tulang punggung penggerak pembangunan pertanian. Karenanya, kata Mentan Amran, sudah seharusnya SDM pertanian memiliki kualitas yang mumpuni.

“Empat kunci yang perlu dipegang teguh agar SDM kita menjadi mumpuni. Di antaranya ialah bekerja yang terbaik, fokus, cepat dan berorientasi hasil,” tegas Mentan Amran.

Sementara, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti selaku Penanggung Jawab Program UPSUS Antisipasi Darurat Pangan Nasional di Provinsi  (Kalsel) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) sekaligus mengevaluasi pemanfaatan pompa dan Perluasan Areal Tanam (PAT) di Provinsi Kalsel. Rakor digelar di Aula Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (12/08/2024). 

Rakor dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalsel, perwakilan Pusat Penyuluhan Pertanian, Korem 101 Antasari, Dinas Pertanian Kabupaten dan Kota Kalsel, BBPP Binuang, SMK-PP N Banjarbaru, BSIP Kalsel, BSIP Lahan Rawa, Universitas Lambung Mangkurat, Politeknik Banjarmasin dan PJ PAT Kalsel.

Dalam arahannya, Santi mengapresiasi kerja keras dan capaian PAT Kalsel dengan wilayahnya yang sangat luas. Kita terus berprogres dengan pencapaian-pencapaian yang sudah ada. Terkait Luas Tambah Tanam (LTT) regular di Kalsel harus di dorong dalam 1 minggu ini dan mencapai target di akhir Agustus. 

Santi menyampaikan pesan dari Mentan agar terus mendorong oplah dan berharap agar kegiatan ini bisa secepat-cepatnya bisa dilakukan secara paralel, meskipun tahun anggaran  mempunyai waktu sampai Desember. 

Tapi saya berharap November bisa diselesaikan. Selain juga diharapkan realisasai kontruksi dapat segera terealisasi dengan berkoordinasi dengan KPPN, tambah Santi. 

Sementara, Plt Kepala DPKP Provinsi Kalsel, Imam Subarkah menyampaikan bahwa per 11 Agustus ini realisasi optimalisasi lahan 65,13% atau 29,747 Ha. Sedangkan pompanisasi mencapai 15.010 Ha dan tumpang sisip mencapai 799 Ha.

“Semoga perkembangan optimalisasi lahan, pompanisasi, dan tumpang sisip ini bisa maksimal dan kita selesaikan dengan baik,” harapnya. (SF/NF)

331

Superadmin

Berita Terkait


AgroNews.id merupakan situs berita populer yang fokus pada bidang pertanian, peternakan, kehutanan, lingkungan hidup, kelautan, dan perikanan Indonesia. AgroNews.id adalah portal berita web yg berisi opini, infografis, dan artikel daring, baik lokal maupun internasional dibawah PT. Agro Boga Makmur
Ikuti Kami
Follow dan Subscribe Media Sosial Kami

© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.