Foto : Kunjungan lapangan ke Desa Harapan Masa, Kecamatan Tapin Selatan Kabupaten Tapin, Sabtu, (17/08/2024)
TAPIN - Untuk mencegah krisis pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) terus menggencarkan program Perluasan Areal Tanam (PAT) khususnya di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa pompanisasi merupakan bagian penting dan harus terpasang secara cepat di seluruh Indonesia.
"Saatnya kita siaga penuh, karena di depan ada titik yang sangat kritis", tegas Mentan Amran.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, dalam berbagai kesempatan menyampaikan kepada para pihak agar selalu fokus bersinergi untuk program peningkatan produktivitas pangan.
Kita selalu berupaya agar tiap waktu ada penambahan areal tanam. Selain itu pentingnya koordinasi dengan Dinas Pertanian untuk mempercepat pendistribusian pompa air kepada penerima air setelah pompa air tiba, ungkap Santi.
Sementara, Tenaga Ahli Menteri (TAM) Bidang Pengembangan Kerja Sama dan Kemitraan Pertanian, Fadlan Ahmad bersama Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Kapusluhtan) Bustanul Arifin Caya melakukan kunjungan lapangan ke Desa Harapan Masa, Kecamatan Tapin Selatan Kabupaten Tapin, Sabtu, (17/08/2024). Kunjungan tersebut sekaligus mengevaluasi dan mempercepat progres (PAT) Provinsi Kalsel.
Fadlan mengungkapkan bahwa potensi luasan lahan pompanisasi di desa Harapan Masa seluas 300 Ha berupa lahan irigasi teknis namun perlu bantuan pompa untuk mengalirkan air dari saluran irigasi.
Kita ketahui bersama saat ini Indonesia dalam kondisi darurat pangan dimana produksi beras yang ada belum mencukupi untuk kebutuhan konsumi dan pemenuhan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), artinya terdapat defisit beras nasional, sementara kita butuh tambahan produksi 5 juta ton untuk menjamin ketersediaan dan kondisi stok aman, urai Fadlan.
Sehingga pertanaman reguler tidak mampu mencukupi kebutuhan beras nasional, sehingga perlu impor. Oleh karena itu, dalam rangka mengatasi darurat pangan, dalam jangka pendek perlu peningkatan produksi dengan penigkatan indeks pertanaman atau PAT, jelas Fadlan kembali.
Pada kunjungan tersebut, Fadlan berkesempatan untuk berdialog dengan petani dan penyuluh pertanian untuk mengetahui permasalahan dan kendala serta mendata kebutuhan prasarana dan sarana apa saja yang sudah tersedia dan yang diperlukan di lapangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan program PAT, khususnya di provinsi Kalsel bisa berjalan dengan baik.
Kedatangan saya kesini, ingin memastikan bahwa program Kementan salam hal ini PAT sudah berjalan dengan baik dan sesuai harapan.
Sementara Kapusluhtan, Bustanul Arifin Caya menyampaikan bahwa dalam kondisi darurat pangan ini, kita tidak bisa berleha-leha. Kami di Kementan tidak ada hari libur, sama seperti petani, tidak ada tanggal merah. Kalau bisa tanam, tanam, tegas Bustanul.
Sedangkan kendala yang dihadapi di Kabupaten Tapin, sesuai apa yang disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Tri Asmoro bahwa benih belum tersedia dan debit air masih kurang karena belum optimalnya bendungan tapin.
Sementara itu, disampaikan oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Imam Subarkah bahwa mulai minggu depan benih dari provinsi siap diedarkan.
Turut hadir pada kegiatan tersebut, Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Kepala BSIP Kalsel, petani, penyuluh pertanian dan mahasiswa KKN dari Universitas Lambung Mangkurat. (PR/NF)
228
© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.