Foto : Pada acara Mentan Sapa Petani Penyuluh (MSPP) volume 27, di Ruang AOR BPPSDMP, Jumat (30/08/2024)
Agronews.id, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) terus meningkatkan produksi dan produktivitas. Selain padi dan jagung, Kementan juga meningkatkan produksi sayuran, buah, florikultura dan tanaman obat sebagai program prioritas utamanya.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman yang mengatakan bahwa potensi pertanian Indonesia sangat besar untuk menyediakan pangan secara berdaulat yakni tanpa impor.
“Pangan kita tidak bisa bersaing dengan negara lain tanpa teknologi. Berkat kemajuan teknologi yang kita hasilkan sendiri, kita tingkatkan lagi ekspor. Ekspor komoditas hortikultura ke berbagai negara,” ujar Mentan Amran.
Selain itu, transformasi teknologi pertanian sudah demikian maju, sehingga cara berpikir pertanian tradisional harus dirubah apalagi teknologi ini diterapkan pada lahan marginal.
Mentan Amran juga menekankan perlunya peningkatan ekspor produk pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan raih devisa negara. Tentunya hal ini tidak sekedar retorika, tetapi benar-benar nyata diwujudkan, ucapnya.
Secara terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan nasional serta meningkatkan daya saing produk hortikultura di pasar global, inovasi dalam budidaya buah tropis menjadi sangat krusial.
“Indonesia, sebagai negara beriklim tropis, memiliki potensi yang luar biasa dalam menghasilkan buah-buahan berkualitas tinggi. Namun, potensi ini harus diimbangi dengan upaya peningkatan produktivitas dan kualitas melalui pendekatan inovatif”, ujar Santi.
Penerapan dan penggunaan teknologi modern seperti sensor iklim, irigasi cerdas, dan teknik budidaya berbasis data dapat memberikan hasil yang lebih optimal.
Maka, kita harus mendorong adopsi teknologi ini di kalangan petani agar mereka dapat meningkatkan hasil panen serta menjaga kualitas buah, ucap Santi.
Pada acara Mentan Sapa Petani Penyuluh (MSPP) volume 27 dengan tema "Inovasi Budidaya Buah Tropis Untuk Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas", di Ruang AOR BPPSDMP, Jumat (30/08/2024) menghadirkan narasumber Direktur Buah dan Flortikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura, Liferdi Lukman yang menyampaikan tentang arah kebijakan pembangunan hortikultura. Diantaranya meningkatkan daya saing hortikultura melalui peningkatan produksi, produktivitas dan akses pasar. Selain itu peningkatan nilai tambah didukung sistem pertanian modern yang ramah lingkungan.
“Adapun visinya agribisnis hortikultura berdaya saing yang maju, mandiri, dan modern. Sehingga terwujudnya Indonesia yang maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong,” ucap Liferdi.
Liferdi menambahkan bahwa strategi pengembangan hortikultura tahun 2021-2024 adalah pengembangan Komoditas Buah Strategis mendukung Program Penyediaan Makan Bergizi Gratis. Sedangkan pengembangan buah dan flori yaitu berorientasi ekspor melalui intensifikasi dan perbaikan mutu. "Dengan fokus komoditasnya mangga, manggis, durian, salak dan alpukat," tambahnya.
Sedangkan pengembangan buah dan flori subtitusi impor dilakukan dengan cara ekstensifikasi untuk peningkatan produksi menuju swasembada dengan fokus komoditasnya lengkeng dan anggur.
Semua ini tentunya bertujuan untuk meningkatkan petani hortikultura, meningkatnya nilai tambah dan daya saing hortikultura serta terwujudnya reformasi birokrasi”, tutupnya. (HV/NF)
481
© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.