Panen Raya Padi Serentak di Banten, Bukti Komitmen Menuju Swasembada Pangan Nasional

Selasa, 08 April 2025 20:12 WIB

Foto : Pemerintah Provinsi Banten turut ambil bagian dalam Panen Raya Padi Serentak yang dilaksanakan pada Senin, (07/04/2025).


Agronews.id, Serang – Pemerintah Provinsi Banten turut ambil bagian dalam Panen Raya Padi Serentak yang dilaksanakan pada Senin, (07/04/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda nasional yang melibatkan 14 provinsi di seluruh Indonesia, dengan pusat kegiatan utama di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Di Provinsi Banten, panen raya dipusatkan di Kampung Dermayon, Desa Pamengkang, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang. Hadir dalam kegiatan ini Gubernur Banten, Andra Soni beserta jajaran Forkopimda, penyuluh pertanian, petani milenial, mahasiswa, serta perwakilan dari kelompok tani dan gabungan kelompok tani (Gapoktan).

Presiden Prabowo dalam sambutannya menegaskan komitmennya untuk membawa Indonesia mencapai swasembada pangan dalam 4 hingga 5 tahun ke depan. Ia menekankan pentingnya kemandirian pangan di tengah ketidakpastian global dan menolak ketergantungan pada impor. 

“Kita harus bisa memenuhi kebutuhan pangan kita sendiri. Dalam keadaan genting, tidak ada yang akan mengizinkan barang mereka untuk kita beli,” ujarnya.

Potensi Pertanian Banten

Provinsi Banten menunjukkan potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan luas lahan panen mencapai 46.551 hektar, panen bulan April 2025 diperkirakan mencakup 750 hektar di tujuh kabupaten/kota, dengan produktivitas mencapai 8 ton per hektar dan Indeks Pertanaman (IP) antara 200–300 yang memungkinkan dua hingga tiga kali panen per tahun.

Dalam kegiatan ini, para petani memanen padi menggunakan alat mesin pertanian (alsintan) Combine Harvester, dan dilanjutkan dengan pengolahan lahan menggunakan Traktor Roda 4. Bulog juga turut hadir dan langsung melakukan pembelian gabah kering panen (GKP) dengan harga Rp6.500 per kilogram sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yang disambut baik oleh petani.
Seorang perwakilan Gapoktan menyampaikan apresiasinya atas perhatian pemerintah. 

“Harga Rp6.500 ini sangat membantu. Kami harap bisa merata untuk semua petani,” ujarnya.

Sinergi dan Harapan

Kegiatan panen raya di Banten juga diisi dengan diskusi antara Gubernur, penyuluh pertanian, petani milenial, dan mahasiswa dari BEM PEPI Banten dan BEM Untirta. Diskusi ini bertujuan menyusun strategi bersama untuk pengembangan sektor pertanian di Banten.

Pemprov Banten terus berkomitmen meningkatkan produktivitas melalui dukungan alat dan mesin pertanian serta pembangunan infrastruktur menuju sentra pertanian.

Panen Raya Serentak ini menjadi langkah nyata menuju kemandirian pangan dan peningkatan kesejahteraan petani. Dengan semangat gotong royong dan dukungan berbagai pihak, sektor pertanian di Banten dan Indonesia diharapkan terus tumbuh dan tangguh menghadapi tantangan ke depan.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang hadir mendampingi Presiden Prabowo menyampaikan bahwa keberhasilan ini adalah hasil dari kebijakan yang tepat dan keberpihakan Presiden terhadap sektor pertanian.

“Terima kasih dari petani Indonesia. Harga gabah naik Rp6.500 per kilogram. Dan ini kebahagiaan petani seluruh Indonesia. Ada 100 juta petani yang berterima kasih kepada Bapak Presiden. Kemudian juga terima kasih atas kebijakan pupuk yang lebih sederhana. Tadi kami keliling, petani berterima kasih karena mendapatkan pupuk lebih mudah dibanding sebelumnya,” ujar Mentan Amran.

Ia menambahkan, sebelumnya distribusi pupuk memerlukan tanda tangan dari 12 menteri, 38 gubernur, dan 500 wali kota/bupati. Namun kini, berkat Instruksi Presiden yang ditandatangani, pupuk dapat langsung disalurkan dari pabrik ke kelompok tani (Gapoktan).

“Ini betul-betul revolusi sektor pertanian, Bapak Presiden. Kemudian program pompanisasi telah meningkatkan produksi padi di Pulau Jawa sebesar 2,8 juta ton di saat krisis El Nino. Alhamdulillah produksi kita meningkat. Menurut data dari BPS, terjadi peningkatan produksi sebesar 52 persen pada Januari, Februari, dan Maret,” lanjutnya.

Panen raya ini juga menjadi momentum sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat sektor pertanian.

“Swasembada pangan bukan kerja satu orang, tetapi hasil dari kolaborasi yang solid,” tutup Mentan Amran. (AL/NF)

159

Superadmin

Berita Terkait


AgroNews.id merupakan situs berita populer yang fokus pada bidang pertanian, peternakan, kehutanan, lingkungan hidup, kelautan, dan perikanan Indonesia. AgroNews.id adalah portal berita web yg berisi opini, infografis, dan artikel daring, baik lokal maupun internasional dibawah PT. Agro Boga Makmur
Ikuti Kami
Follow dan Subscribe Media Sosial Kami

© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.