Demi Swasembada Pangan, Kementan Dorong Strategi Penyuluh Pertanian Optimalkan KUR

Senin, 18 Agustus 2025 09:09 WIB

Foto : Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) kembali menggelar program rutin Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) Volume 26, Jumat (15/08/2025).


Agronews.id, JAKARTA - Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) kembali menggelar program rutin Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) Volume 26, Jumat (15/08/2025). Bertemakan “Strategi Penyuluh Pertanian untuk Mengoptimalkan KUR di Sektor Pertanian”, acara ini dihadiri lebih dari 1.000 penyuluh pertanian dan petani dari berbagai daerah di Indonesia.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan dukungan penuh bagi petani dan pengusaha pertanian melalui Kredit Usaha Tani (KUR). Langkah ini bukan sekedar program, namun bentuk wujud nyata perhatian pemerintah dalam mempercepat swasembada pangan.

Sementara, Kepala Badan PPSDMP, Idha Widi Arsanti mengapresiasi tingginya partisipasi penyuluh dan petani dalam forum ini.

“Komunikasi dua arah antara petani, penyuluh, dan narasumber menjadi kunci agar fasilitas pembiayaan dapat tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan produksi serta kesejahteraan petani,” ucapnya.

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Tedy Dirhamsyah menjelaskan bahwa Kredit Usaha Alsintan merupakan inisiasi kredit pembiayaan terhadap usaha alat dan mesin pertanian yang didanai tidak hanya dari beban anggaran pemerintah, tetapi juga dengan menggandeng sektor perbankan sebagai solusi bagi para petani dan pelaku usaha di sektor pertanian.

Sedangkan menurut narasumber MSPP, Inda Fathru Rohani dari Direktorat Pembiayaan Pertanian mengatakan bahwa hingga Agustus 2025 realisasi KUR sektor pertanian telah mencapai Rp52,9 triliun dengan 1 juta debitur. Sementara itu, Kredit Alsintan program pembiayaan alat dan mesin pertanian dengan bunga 3% per tahun masih menyisakan plafon sekitar Rp170 miliar yang dapat diakses petani, kelompok tani, dan pelaku usaha pertanian.

Kredit Alsintan diharapkan dapat mempercepat modernisasi pertanian, meningkatkan efisiensi kerja, meminimalkan kehilangan hasil panen, serta mendorong peningkatan mutu produk. Petani dapat memanfaatkan program ini untuk pengadaan alsintan seperti combine harvester, traktor roda empat, rice milling unit, dan alat pendukung subsektor lainnya,” jelas Inda.

Saat sesi tanya jawab mengungkap berbagai kendala di lapangan. Antara lain sulitnya akses KUR di beberapa daerah, keterbatasan plafon di Bank penyalur, persyaratan agunan, rendahnya plafon pinjaman yang disetujui dibandingkan kebutuhan, serta minimnya sosialisasi Kredit Alsintan.

Menanggapi hal tersebut, Inda memberikan beberapa saran, diantaranya adalah mengajukan pembiayaan secara perorangan jika pengajuan kelompok terkendala,  berkoordinasi langsung dengan bank untuk mengetahui alasan penolakan dan mengakses penyalur alternatif jika plafon di bank tertentu sudah habis. Selain itu juga bisa memulai pengajuan KUR dengan nominal kecil untuk membangun kepercayaan Bank, jelas Inda lagi.

Acara MSPP diharapkan menjadi forum strategis untuk memperkuat peran penyuluh dalam memfasilitasi akses pembiayaan pertanian, dengan mengedepankan sinergi kelembagaan dan pemanfaatan teknologi guna mendorong kemandirian pangan serta modernisasi pertanian nasional. (FB/NF)

249

Superadmin

Berita Terkait


AgroNews.id merupakan situs berita populer yang fokus pada bidang pertanian, peternakan, kehutanan, lingkungan hidup, kelautan, dan perikanan Indonesia. AgroNews.id adalah portal berita web yg berisi opini, infografis, dan artikel daring, baik lokal maupun internasional dibawah PT. Agro Boga Makmur
Ikuti Kami
Follow dan Subscribe Media Sosial Kami

© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.