Foto : Pusat Penyuluhan Pertanian kembali menggelar acara Ngobrol Asyik Penyuluhan (Ngobras) Volume 29, pada Selasa (02/09/2025).
Agronews.id, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Pusat Penyuluhan Pertanian kembali menggelar acara Ngobrol Asyik Penyuluhan (Ngobras) Volume 29, pada Selasa (02/09/2025).
Mengusung tema “Membangun Digital Branding Pemerintah di Sosial Media”, acara ini bertujuan membekali para penyuluh pertanian dalam pemanfaatan video sebagai media komunikasi yang efektif, menarik, dan mudah diakses masyarakat. Kementan menekankan pentingnya peran penyuluh tidak hanya hadir di lapangan, tetapi juga aktif menyebarkan informasi pertanian di ruang digital.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan di era digital ini, penyuluh pertanian tidak boleh ketinggalan zaman. Dengan memahami media sosial, berbagai perkembangan sektor pertanian di Indonesia bisa tersebar luas. Ini menunjukkan kontinuitas pesan penting soal digitalisasi penyuluhan pertanian.
Kepala Badan PPSDMP, Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa penguasaan teknologi komunikasi merupakan keterampilan penting bagi penyuluh pertanian masa kini.
“Penyuluh harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Membuat konten video yang sederhana, jelas, dan sesuai isu pertanian adalah bagian dari strategi kita untuk mendekatkan informasi pertanian dengan generasi muda dan petani milenial,” ujar Kabadan Santi.
Sementara, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, I Gst. Made Ngr. Kuswadana menambahkan bahwa Ngobras kali ini dirancang untuk membekali penyuluh dengan pengetahuan praktis dan mengoptimalkan penderasaan di sosial media.
“Kami ingin membekali penyuluh dengan keterampilan dalam membuat video yang menarik. Harapannya, penyuluh tidak hanya menjadi pendamping di lapangan, tetapi juga komunikator yang efektif di ruang digital, sehingga memaksimalkan penderasan lebih luas,” ujar Made.
Sedangkan menurut narasumber Rulli Nasrullah yang merupakan seorang Konsultan Branding sekaligus Asesor Fungsional Pranata Humas menyampaikan bahwa strategi praktis dalam pengelolaan konten digital agar pesan pemerintah lebih efektif tersampaikan.
Strategi komunikasi digital pada media sosial merupakan aspek perencanaan dan manajemen dalam komunikasi publik instansi. Konten video yang baik harus direncanakan sejak awal, mulai dari riset, penentuan fokus, pemilihan visual, hingga penggunaan bahasa yang sederhana dan tidak terlalu teknis agar informasi lebih mudah dipahami dan menarik bagi audiens, ujar Rulli.
Rulli juga menekankan pentingnya kreativitas dalam mengolah konten video agar sesuai dengan tren media sosial. Konten video yang menarik bukan sekadar dokumentasi seremonial, tetapi harus punya hook di detik-detik awal, menggunakan gaya yang natural, bahasa yang komunikatif, dan relevan dengan kebutuhan audiens. Dengan begitu, pesan akan lebih cepat ditangkap dan berpeluang viral, ucapn Rulli lagi.
Acara Ngobras Volume 29 ini sekaligus menjadi ajang pembekalan bagi para penyuluh yang akan mengikuti Lomba Video tentang "Aksi Kreatif untuk Kuatkan Pangan Negeri". Dengan bekal keterampilan digital yang diperoleh, diharapkan para penyuluh dapat menghasilkan karya yang lebih maksimal, sekaligus mendorong semangat untuk terjun ke dunia digital.
Harapan ke depannya, semoga tersedia pelatihan offline, sehingga praktik pembuatan konten bisa lebih mendalam dan efektif. Dengan adanya dukungan berkelanjutan, penyuluh pertanian optimis dapat berkembang menjadi content creator dibidang pertanian, yang tidak hanya mengedukasi, tetapi juga menginspirasi petani dan masyarakat luas.
Kementan berharap melalui acara Ngobras, dapat memperkuat kapasitas penyuluh di era digital. Dengan kompetensi yang semakin baik, penyuluh diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menyebarkan informasi pertanian yang kredibel, membangun branding positif, serta memperkuat kepercayaan petani terhadap program pemerintah. (FB/NF)
396
© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.