Kementan Gelar Gerakan Tanam Serempak di Berau, Dorong Pertanian Modern dan Percepat Swasembada Pangan

3 jam yang lalu

Foto: Gerakan Tanam Serempak yang dilaksanakan di lahan Brigade Pangan (BP) Sanggam Amatilla seluas 68 hektare di Kampung Labanan Jaya Kalimantan Timur, Jumat (12/6/2026).


Agronews.id, Berau – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat upaya percepatan tanam sebagai bagian dari strategi mewujudkan swasembada pangan nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Gerakan Tanam Serempak yang dilaksanakan di lahan Brigade Pangan (BP) Sanggam Amatilla seluas 68 hektare di Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan luas tanam sekaligus memperkenalkan teknologi pertanian modern kepada petani. Pada gerakan tanam tersebut diterapkan sistem Tanam Benih Langsung (Tabela) menggunakan tangki blower, teknologi yang memungkinkan proses penebaran benih padi dilakukan lebih cepat, merata, dan efisien dibandingkan metode konvensional.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Direktur III Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI), Enrico Syaefullah; Ketua Tim Kerja Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) BPPSDMP, Merry Nancylia; Kasdim 0902/Berau Mayor Inf. Biringallo; perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Berau; perangkat daerah Kabupaten Berau; Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Timur; penyuluh pertanian; manajer dan anggota Brigade Pangan; serta petani setempat.

Lahan yang digunakan merupakan bagian dari pengembangan Brigade Pangan Sanggam Amatilla yang dikelola oleh Manajer Brigade Pangan, Rino Famuji. Brigade Pangan tersebut menjadi salah satu penggerak pengembangan pertanian modern di Kabupaten Berau melalui penerapan mekanisasi dan inovasi budidaya yang berorientasi pada peningkatan produktivitas.

Nama Sanggam Amatilla memiliki filosofi yang sarat makna. Dalam bahasa Berau, “Sanggam” berarti indah, elok, dan baik dalam kehidupan duniawi, sedangkan “Amatilla” bermakna keindahan, kebaikan, dan keberkahan dari sisi spiritual. Nama tersebut mencerminkan harapan agar Brigade Pangan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan pembangunan pertanian daerah.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa percepatan tanam merupakan langkah strategis untuk menjaga ketersediaan pangan nasional. Karena itu, optimalisasi lahan pertanian, penguatan kelembagaan petani, dan pemanfaatan teknologi modern perlu terus dilakukan secara masif di seluruh wilayah Indonesia.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa keberhasilan program swasembada pangan sangat bergantung pada percepatan tanam, optimalisasi lahan, serta penguatan pendampingan kepada petani di lapangan.

“Seluruh insan pertanian, mulai dari penyuluh, Brigade Pangan, hingga petani, harus bergerak bersama untuk memastikan setiap lahan potensial dapat dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Mohammad Amin, menyampaikan bahwa keberhasilan swasembada pangan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan lahan dan sarana produksi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia pertanian yang mampu mengadopsi inovasi dan teknologi modern.

Menurutnya, penerapan sistem Tanam Benih Langsung (Tabela) menggunakan tangki blower di BP Sanggam Amatilla merupakan contoh nyata transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan produktif.

“Teknologi ini mampu menghemat waktu tanam, menekan biaya tenaga kerja, serta mendukung peningkatan indeks pertanaman yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan produksi padi,” kata Amin.

Sinergi antara Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, TNI, penyuluh pertanian, perguruan tinggi vokasi pertanian, dan Brigade Pangan dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan program percepatan tanam. Dukungan seluruh pihak diharapkan dapat mempercepat transformasi menuju pertanian yang maju, mandiri, modern, dan berdaya saing.

Melalui Gerakan Tanam Serempak di BP Sanggam Amatilla, Kabupaten Berau diharapkan semakin berkontribusi dalam mendukung program swasembada pangan nasional sekaligus menjadi contoh keberhasilan penerapan teknologi pertanian modern di Kalimantan Timur. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, sektor pertanian di Berau terus bergerak menuju masa depan yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.

5

Superadmin

Berita Terkait


AgroNews.id merupakan situs berita populer yang fokus pada bidang pertanian, peternakan, kehutanan, lingkungan hidup, kelautan, dan perikanan Indonesia. AgroNews.id adalah portal berita web yg berisi opini, infografis, dan artikel daring, baik lokal maupun internasional dibawah PT. Agro Boga Makmur
Ikuti Kami
Follow dan Subscribe Media Sosial Kami

© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.