Kementan Dorong Produktivitas Padi dan Perkuat Peran Penyuluh Pertanian Dengan Penerapan PM-AAS

5 jam yang lalu

Kementan Dorong Produktivitas Padi dan Perkuat Peran Penyuluh Pertanian Dengan Penerapan PM-AAS


JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui penerapan teknologi budidaya dan penguatan pendampingan kepada petani. Upaya tersebut menjadi fokus pembahasan dalam kegiatan Ngobrol Asyik (Ngobras) Penyuluhan Volume 18 Tahun 2026, Selasa (22/9/2026)

Dengan mengusung tema PM-AAS: “Penyuluh Mengawal, Petani Berdaya, Produksi Meningkat”, kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan mengangkat praktik penerapan metode Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Provinsi Banten. Melalui forum ini, peserta diharapkan memperoleh gambaran mengenai penerapan teknologi budidaya padi, capaian hasil, tantangan di lapangan, serta peran penyuluh dalam mengawal proses adopsi teknologi oleh petani.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa PM-AAS merupakan strategi transformasi pertanian modern melalui intensifikasi dan peningkatan produktivitas lahan, dengan mengoptimalkan populasi tanaman, teknologi budidaya, mekanisasi, varietas unggul, serta pendampingan penyuluh.

"Penerapan PM-AAS diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan produksi padi, tetapi juga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani serta memperkuat keberlanjutan swasembada pangan berkelanjutan", ucap Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menegaskan penyuluh diposisikan sebagai agen perubahan dalam mengawal transformasi pertanian konvensional menuju pertanian modern. Penyuluh tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi memastikan teknologi PM-AAS benar-benar diterapkan di petani.

Senada, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Eko Nugroho Dharmo Putro, menyampaikan harapannya agar penerapan PM-AAS dapat terus dikembangkan di berbagai daerah. Kami berharap penerapan PM-AAS tidak berhenti pada satu lokasi atau satu kabupaten saja, tetapi dapat terus dikembangkan di berbagai daerah. Penyuluh perlu saling berbagi pengalaman dan pembelajaran, sehingga praktik yang telah berhasil dapat menjadi referensi bagi wilayah lain dengan tetap memperhatikan karakteristik dan kondisi setempat.

Kepala Balai Besar BRMP Provinsi Banten, Andry Polos, turut menyampaikan bahwa capaian penerapan PM-AAS di Banten menjadi pengalaman yang penting untuk dipelajari bersama. Capaian penerapan PM-AAS di Banten, termasuk hasil ubinan yang mencapai 12,88 ton per hektare, menjadi pengalaman penting untuk dipelajari bersama.

"Hasil tersebut perlu menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran dalam mendorong penerapan teknologi budidaya padi di wilayah lain, dengan tetap memperhatikan kondisi dan karakteristik masing-masing daerah," ujar Andry.

Dalam sesi pemaparan kegiatan PM-AAS oleh Eka Amrullah Penyuluh Ahli Muda dari BRMP menjelaskan bahwa penerapan teknologi pertanian tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan alat dan inovasi. Teknologi perlu diperkenalkan melalui demonstrasi dan pendampingan agar petani dapat melihat langsung proses penerapannya, mengamati pertumbuhan tanaman, serta menilai hasil berdasarkan pengalaman di lapangan. Proses tersebut dapat menumbuhkan kepercayaan petani dan mendorong adopsi teknologi secara bertahap, ucap Eka

Selain itu Eka juga menekankan pentingnya pengawalan yang konsisten sejak tahap tanam hingga panen, pelibatan petani dalam evaluasi dan pengambilan keputusan, serta pemanfaatan data hasil sebagai bahan pembelajaran. Pengalaman penerapan teknologi di suatu lokasi perlu didokumentasikan dan disebarluaskan agar dapat menjadi referensi bagi petani maupun wilayah lain.

Sementara itu, Siti Nurani, penyuluh Kota Serang, memaparkan pelaksanaan PM-AAS di Kecamatan Kasemen yang mencakup lahan seluas 100 hektare dan melibatkan tujuh kelompok tani di tiga kelurahan. Penanaman dilaksanakan pada Mei hingga Juni, dengan sebaran lahan di Kelurahan Kasunyatan seluas 50 hektare, Margaluyu 38 hektare, dan Kilasah 12 hektare. Pelaksanaan kegiatan tersebut mendapat pendampingan dari BRMP Provinsi Banten serta didukung koordinasi penyuluh dan pihak terkait.

Siti menjelaskan bahwa penerapan PM-AAS di Kasemen disesuaikan dengan kondisi lahan dan kemampuan petani. Pengolahan lahan memanfaatkan alat dan mesin pertanian, antara lain rotavator dan traktor roda dua. Sistem tanam benih langsung atau tabela dengan bantuan drum seeder diharapkan dapat meningkatkan efisiensi tenaga kerja dan biaya, terutama di tengah kendala ketersediaan buruh tanam pada hamparan yang luas.

Selain itu Siti juga menjelaskan penggunaan pupuk organik juga menjadi bagian dari penerapan teknologi tersebut, sebagai salah satu upaya untuk memperhatikan kondisi lingkungan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Selain itu, dilakukan penyesuaian alat drum seeder bersama petani agar lebih sesuai dengan karakteristik lahan di Kecamatan Kasemen.

Hasil penerapan PM-AAS di kota serang pada lokasi demplot BRMP Banten di Kebun Percobaan Singamerta, Kabupaten Serang, mencapai sekitar 8,8 ton gabah kering panen (GKP) per hektare. Demplot tersebut menggunakan varietas Inpari 42 dan Cakrabuana. Capaian produksi tersebut menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran dalam penerapan teknologi budidaya padi. Peningkatan produktivitas perlu diikuti dengan analisis usaha tani untuk melihat tambahan biaya produksi, penerimaan, serta keuntungan yang diperoleh petani. Dengan demikian, keberhasilan teknologi tidak hanya dinilai dari hasil panen, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang dapat dirasakan petani.

Melalui Ngobras Volume 18, pengalaman tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai referensi dalam pengembangan penerapan teknologi budidaya padi di berbagai daerah. Penerapannya tetap perlu memperhatikan kondisi spesifik setiap wilayah, termasuk karakteristik lahan, cuaca, ketersediaan air, serangan OPT, serta faktor teknis dan sosial ekonomi setempat.

Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengalaman dan pembelajaran bagi penyuluh pertanian dalam memperkuat pendampingan kepada petani. Dengan pengawalan yang intensif, penerapan teknologi yang sesuai dengan kondisi lapangan, upaya peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani padi dapat terus didukung demi mewujudkan petani yang semakin maju. (EF)

7

Superadmin

Berita Terkait


AgroNews.id merupakan situs berita populer yang fokus pada bidang pertanian, peternakan, kehutanan, lingkungan hidup, kelautan, dan perikanan Indonesia. AgroNews.id adalah portal berita web yg berisi opini, infografis, dan artikel daring, baik lokal maupun internasional dibawah PT. Agro Boga Makmur
Ikuti Kami
Follow dan Subscribe Media Sosial Kami

© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.