Kementan Bekali 67 Eks Jurnalis Keterampilan Beternak Ayam Petelur untuk Perkuat Kemandirian Ekonomi

20 jam yang lalu

Kementan Bekali 67 Eks Jurnalis Keterampilan Beternak Ayam Petelur


Bogor – Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha peternakan skala rumahan. Salah satunya diwujudkan melalui workshop budidaya ayam petelur bagi 67 mantan jurnalis yang tergabung dalam organisasi Agrijurno. Program ini diharapkan membuka peluang usaha baru, menambah pendapatan keluarga, sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan pangan secara mandiri.

Kegiatan yang diselenggarakan Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara bersama Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor tersebut dibuka oleh Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, di Aula Rajawali BBPKH Cinagara, Rabu (14/10/2026). Hadir dalam kegiatan tersebut Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Komunikasi Publik, Imam Wahyudi, dan Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty.

Program ini merupakan bagian dari upaya Kementan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia agar mampu mengoptimalkan potensi pertanian dan peternakan sebagai sumber penghidupan. Pengembangan usaha produktif di tingkat keluarga juga menjadi salah satu langkah untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terus mendorong pemanfaatan potensi sektor pertanian sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Dalam konteks tersebut, budidaya ayam petelur skala rumahan dapat menjadi pilihan usaha yang relatif mudah dikembangkan secara bertahap, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan protein hewani keluarga.

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, mengatakan workshop ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengelola usaha peternakan. Melalui praktik budidaya ayam petelur dengan sistem kandang baterai, peserta diharapkan memiliki bekal untuk memulai usaha dari skala kecil dan mengembangkannya sesuai kemampuan.

“Dari pelatihan ini nantinya setiap peserta akan dibekali 10 ekor ayam, kandang, serta pakan. Dari 10 ekor ayam ini, kami berharap usahanya bisa berkembang menjadi 100, bahkan 1.000 ekor secara bertahap. Mudah-mudahan kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan keluarga, terutama di tengah kebutuhan telur ayam yang semakin meningkat,” ujar Yoyon.

Ia menambahkan, pengalaman peserta di bidang jurnalistik dapat menjadi modal untuk menyebarluaskan informasi mengenai peluang usaha peternakan. Dengan demikian, pengetahuan yang diperoleh tidak hanya bermanfaat bagi peserta, tetapi juga dapat menjadi sumber edukasi bagi masyarakat yang ingin merintis usaha serupa.

Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, menjelaskan bahwa workshop tersebut telah memasuki angkatan ketiga atau batch ketiga. Materi pelatihan disusun untuk memberikan pemahaman menyeluruh, mulai dari aspek teknis pemeliharaan hingga pengelolaan usaha.

“Dalam pelatihan batch ketiga ini, peserta dibekali pengetahuan tentang manajemen kandang, pemberian pakan, pemeliharaan dan kesehatan ternak, hingga analisis usaha. Kami berharap keterampilan ini menjadi modal bagi peserta untuk membangun usaha peternakan yang produktif dan berkelanjutan,” kata Inneke.

Menurutnya, dukungan berupa ayam, kandang, pakan, dan vitamin diharapkan membantu peserta menerapkan materi yang telah dipelajari. Namun, keberhasilan usaha tetap bergantung pada kedisiplinan dalam pemeliharaan, ketepatan pengelolaan pakan dan kesehatan ternak, serta kemampuan menghitung biaya dan peluang pasar.

Inneke juga berharap anggota Agrijurno dapat memanfaatkan pengalaman jurnalistik mereka untuk memperluas literasi masyarakat mengenai bisnis peternakan. Informasi yang disampaikan secara tepat diharapkan dapat mendorong masyarakat mengenali peluang usaha ayam petelur dan memahami langkah-langkah dasar untuk memulainya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya pengembangan kompetensi sumber daya manusia agar mampu memanfaatkan potensi pertanian secara produktif. Pelatihan berbasis praktik menjadi salah satu pendekatan untuk membangun keterampilan teknis, jiwa kewirausahaan, dan kemampuan mengelola usaha secara mandiri.

Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Komunikasi Publik, Imam Wahyudi, menegaskan bahwa program tersebut tidak hanya bertujuan memberikan keterampilan usaha kepada mantan jurnalis, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi sebagai salah satu penopang independensi profesi jurnalistik.

“Tujuan kita mendorong teman-teman menjadi entrepreneur adalah agar mandiri secara ekonomi. Ketika ekonomi jurnalis sudah kuat, pemberitaan tidak lagi dijadikan alat mencari nafkah, melainkan murni panggilan passion untuk menjaga marwah jurnalistik yang sehat dan berimbang,” ujar Imam.

Ia menegaskan bahwa dukungan Kementan melalui pelatihan dan fasilitas usaha tidak boleh dimaknai sebagai tuntutan untuk menghasilkan pemberitaan yang selalu positif. Independensi, objektivitas, dan sikap kritis tetap menjadi prinsip utama dalam menjalankan profesi jurnalistik.

“Meskipun program ini mendapat dukungan fasilitas dan pelatihan dari Kementerian Pertanian serta Pak Amran, jangan pernah berpikir teman-teman diminta membagus-baguskan berita. Silakan tetap menjadi jurnalis yang sejati dan kritis. Kalau ada hal yang tidak benar di sektor pertanian, beritakanlah fakta tersebut dengan cara yang benar,” tegasnya.

Lebih lanjut, Imam menjelaskan bahwa pemberian 10 ekor ayam pada tahap awal merupakan sarana pembelajaran untuk membangun kedisiplinan dan konsistensi dalam menjalankan usaha. Peserta yang menunjukkan kesungguhan dalam pemeliharaan dan pengelolaan usaha berpeluang mengikuti pengembangan usaha ke skala yang lebih besar.

“Sepuluh ekor ayam pada angkatan pertama dan kedua itu adalah media pembelajaran kedisiplinan. Mengurus sepuluh ayam saja membutuhkan konsistensi luar biasa. Dari sana, teman-teman yang serius kita naikkan kelasnya untuk mengelola 600 ekor ayam secara berkelompok per 10 orang,” jelas Imam.

Melalui kolaborasi BBPKH Cinagara dan Polbangtan Bogor, Kementan berharap pelatihan ini menjadi langkah awal bagi peserta Agrijurno untuk membangun usaha peternakan yang produktif. Dengan pengelolaan yang baik dan pengembangan secara bertahap, usaha ayam petelur diharapkan mampu menjadi sumber pendapatan tambahan, membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, serta menumbuhkan wirausaha baru di sektor peternakan.

6

Superadmin

Berita Terkait


AgroNews.id merupakan situs berita populer yang fokus pada bidang pertanian, peternakan, kehutanan, lingkungan hidup, kelautan, dan perikanan Indonesia. AgroNews.id adalah portal berita web yg berisi opini, infografis, dan artikel daring, baik lokal maupun internasional dibawah PT. Agro Boga Makmur
Ikuti Kami
Follow dan Subscribe Media Sosial Kami

© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.