Foto: Pelepasan Ekspor Produk Olahan Susu PT Cisarua Mountain Dairy di Bogor, Selasa (5/5/2026).
Agronews.id, Bogor – Kementerian Pertanian memastikan ekspor produk olahan susu ke Vietnam menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi peternak dan pelaku usaha sekaligus meningkatkan nilai tambah industri peternakan nasional.
Bagi peternak, ekspor ini memberikan kepastian penyerapan susu segar dalam negeri sehingga produksi lebih terserap dan harga lebih terjaga. Sementara bagi pelaku usaha, capaian ini menjadi bukti bahwa industri susu nasional mampu bersaing di pasar global.
Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, I Ketut Wirata, mengatakan keberhasilan ekspor tersebut menunjukkan peningkatan daya saing produk susu Indonesia.
“Momentum hari ini menjadi bukti nyata bahwa produk susu Indonesia semakin kompetitif di pasar global. Hal ini tercermin dari kinerja ekspor yang terus menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir,” ujarnya pada Pelepasan Ekspor Produk Olahan Susu PT Cisarua Mountain Dairy di Bogor, Selasa (5/5/2026).
Secara kumulatif berdasarkan data penerbitan sertifikat veteriner, dalam kurun waktu 2023 hingga 2026, total ekspor produk nasional telah melampaui 11,9 juta kilogram dengan nilai mencapai USD 15,3 juta. Dalam tiga tahun terakhir, peningkatan ekspor juga terjadi ke berbagai negara seperti Hong Kong, Filipina, dan Thailand, dengan Filipina menjadi pasar terbesar. Capaian ini menunjukkan pertumbuhan yang konsisten sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai eksportir produk olahan susu yang semakin diperhitungkan di kawasan Asia.
“Hal ini mencerminkan komitmen kuat dalam memperluas akses pasar internasional,” kata I Ketut Wirata.
Menurut dia, keberhasilan ekspor tidak hanya ditentukan oleh kapasitas produksi, tetapi juga pemenuhan standar internasional, terutama dalam aspek keamanan pangan dan kesehatan hewan.
Dalam hal ini, Kementerian Pertanian memastikan sistem jaminan mutu berjalan melalui pengawasan veteriner, sertifikasi, serta harmonisasi standar dengan negara tujuan ekspor.
Kementerian Pertanian juga menegaskan akan terus memperkuat perlindungan bagi peternak dan pelaku usaha melalui pembukaan akses pasar, peningkatan kualitas, serta penguatan ekosistem industri.
Sementara itu, Dairy Manufacturing Director PT Cisarua Mountain Dairy, Bayu Triprasetyo, mengungkapkan dukungan dari pemerintah menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi mutu sekaligus memperlancar proses ekspor, termasuk ke pasar Vietnam yang kian menjanjikan.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui pengawasan kesmavet, serta Kementerian Perdagangan Republik Indonesia yang telah mendorong kelancaran proses ekspor ke Vietnam. Sinergi ini semakin memperkuat komitmen kami untuk terus menghadirkan produk berkualitas serta berkontribusi lebih besar dalam peningkatan kinerja ekspor nasional,” ujar Bayu.
Dengan berbagai upaya yang terus dilakukan, pemerintah memastikan bahwa kegiatan ekspor tidak sekadar mendorong kinerja perdagangan nasional, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi peternak dan pelaku usaha.
Lebih dari itu, langkah ini menjadi bagian penting dalam memperkuat posisi dan daya saing produk peternakan Indonesia di pasar global yang semakin kompetitif.
19
© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.