Foto : Kelompok Wanita Tani (KWT) Al Ghifari hadirkan peluang usaha.
AGRONEWS.ID, CIANJUR - Peran ganda Perempuan sangat strategis dalam peningkatan produktivitas usaha tani dan berpotensi untuk meningkatkan pendapatan dan ketahanan pangan menuju kesejahteraan rumah tangga petani di pedesaan. Kelompok Wanita Tani (KWT) Al Ghifari membuktikan dengan keberhasilannya menghadirkan peluang usaha bagi para perempuan di wilayah Cianjur, Jawa Barat. Secara tidak langsung hal ini juga menjadi bukti bahwa pertanian tak ingkar janji menjadi salah satu sektor yang mampu mendongkrak perekonomian bangsa.
KWT ini dibentuk sebagai upaya pelibatan kaum perempuan secara langsung dalam usaha-usaha peningkatan hasil pertanian. Dikarenakan perempuan tak hanya sebagai aktor pendukung dalam membantu dalam aktifitas pertanian dari sisi hulu hingga hilir, namun juga menjadi motivator dan role model dalam keluarga, sehingga keterlibatannya dalam pertanian memiliki peran yang harus di rekognisi.
Melihat pentingnya peran perempuan dalam sektor pertanian, Program Youth Entreprenuership and Employment Support Services (YESS) memberikan perhatian khusus salah satunya kepada Irna Marlina, seorang Ibu rumah tangga, yang juga sebagai penyuluh pertanian swadaya sekaligus owner produk herbal dan organic Al-Ghifari dan ketua KWT Al Ghifari yang memproduksi produk sehat unggulan dari Kabupaten Cianjur.
Awal mula usaha Irna di tahun 2009 dengan produk herbal berbahan baku kunyit Herbal yang kala itu masih dikemas dalam kemasan plastic. Namun, prodak syarat manfaat dan khasiat ini ternyata kurang mendapatkan respon dari masyarakat. Namun dengan inovasi kemasan, produk olahan kunyit herbal ini mulai dicintai dan diminati masyarakat sekitar Cianjur.
Melihat peluang pasar yang ada, Irna pun mulai mengembangkan rangkaian prodak pada tahun 2010. Diantaranya jahe merah herbal, beras Cianjur dengan varietas unggul, beras merah organik, beras hitam organik dan beras coklat organik. Varian produk yang ia kembangkan bersama 15 anggota KWT tercipta dari ketertarikan pada melimpahnya rimpang dan beras unggul yang ada di wilayah Cianjur. “Rimpang kunyit dan jahe merah yang tadinya memiliki nilai yang tidak seberapa, kini menjadi prodak yang banyak diminati masyarakat karena khasiatnya yang berlimpah. Dan kini menjadi rimpang yang patut untuk diperhitungkan”, ternag Irna.
Sebagai penyuluh swadaya, para petani yang mensupplay prodak pada AL-Ghifari pun mendapatkan penyuluhan dan edukasi agar konsisten dalam menghasilkan prodak-prodak unggulan. Ia pun tak segan untuk berbagi tips kesuksesannya dalam menjalankan usaha, diantaranya senantiasa menjaga kwalitas prodak dan terus berinovasi serta konsisten dalam menenekuni suatu bidang usaha. Irna pun membuka kesempatan pada siswa-siswa SMK yang maupun mahasiswa yang ingin melaksanakan magang atau praktek kerja lapang di lokasi usahanya.
Disaat pandemi covid 19 melanda dan mengakibatkan beberapa usaha lainnya tumbang, Al-Ghifari memperkenalkan prodak herbal terbarunya yakni rempah herbal yang terdiri dari campuran jahe merah, kunyit, jeruk nipis, serai dan gula aren murni. “Ada berkah tersendiri dari pandemi,disaat masyarakat kembali pada gaya hidup sehat dengan mengkonsumsi produk-produk herbal. Disinilah kami menangkap peluang pasar yang sangat menguntungkan”, ungkap Irna.
Untuk pemasaran, prodak Al-Ghifari bisa didapatkan di Gerai Al-Ghifari di Komplek SMPN 2 Cianjur, Toserba Selamat dan tersebar juga di gerai oleh-oleh disekitar Cianjur serta online market melalui Instagram @alghifari_herbal.
Keberhasilan Irna sangat relevan dengan pernyataan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bahwa bertani itu tidak hanya lapangan kerja, namun juga penggerak ekonomi, menghadirkan nutrisi untuk keluarga. Dan menjadi Petani itu keren, memiliki agenda pengetahuan yang tertata, science juga tertata”, tegas Mentan SYL.
Menurutnya dunia berubah, tata kelola juga bisa berubah. Orang yang bisa bertahan dan memanfaatkan perubahan dengan baik, maka bisa menghadapi dengan baik dan makin tumbuh ke depan. “Pertanian harus semakin maju, harus semakin kuat. Kalau tidak diperbaiki cara kerja, kita bisa terpuruk. Untuk itu itu kita hadirkan orang-orang yang, mau berwirausaha dan menjawab itu yang salah satu pasti menghadirkan pertaian yang semain maju, semakin akseleratif, hadirkan pertanian dengan kapasitas maksimal dengan tantangan yang ada,” katanya.
Sementara Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi mengatakan ada dua kunci utama pelaksanaan Program YESS. Pertama, hadir untuk meningkatkan kapasitas pemuda di pedesaan melalui pendidikan dan pelatihan untuk menjadi agen pembangunan pertanian.
"Kedua, sasaran dari program YESS yakni generasi milenial harus memiliki jiwa kewirausahaan dari hulu sampai hilirnya seperti yang dilakukan Irna”, ungkapnya.
108
© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.