Foto : Penyelenggaraan Bimtek kali ini merupakan tahap terakhir, dari 4 tahap yang ditargetkan, yang dilaksanakan 28-31Maret 2022 dengan peserta sebanyak 52 orang.
Agronews.id - Dalam rangka meningkatkan kemampuan dan wawasan petani, serta pemanfaatan sumberdaya alam,yang cukup tersedia di pedesaan Indonesia, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Indonesia bekerja sama dengan Inisiatif Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA), menyelenggarakan kegiatan bimbingan teknis bagi petani/pelaku usaha hortikultua Indonesia. Bimbingan teknis (Bimtek) ini ditujukan untuk membangun hortikultura yang terintegrasi dengan memperhatikan aspek lingkungan, sosial dan ekonomi, yang akhirnya dapat mewujudkan masyarakat yang berkedaulatan pangan. Peserta Bimtek adalah petani/pelaku usaha hortikultura wanita tani milenial yang telah memiliki kegiatan mandiri dalam pemberdayaan kelompok dari beberapa kabupaten lokasi pelaksanaan program IBEKA di beberapa propinsi.
Penyelenggaraan Bimtek kali ini merupakan tahap terakhir, dari 4 tahap yang ditargetkan, yang dilaksanakan 28-31Maret 2022 dengan peserta sebanyak 52 orang, berasal dari kabupaten Demak, Jepara, Kudus dan kabupaten Luwu Utara. Pada pelaksaaan bimtek tahap 4 ini, temanya lebih mengarah kepada penguatan jejaring kelembagaan yang perlu dibenahi di wilayah pedesaan masing masing peserta.
Dalam diskusi terbuka, para peserta dengan antusias menyampaikan pengalamannya mendampingi petani diwilayah mereka untuk membentuk kelompok yang dapat menjadi wadah untuk mengelola usaha budidaya hortikulturanya secara bersama-sama. Para peserta sangat tertarik dengan usaha hortikultura dan menyampaikan keinginannya untuk mendukung sekaligus berperan aktif pada program Kampung Hortikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura.
Dalam keteranganya, DR. Tri Mumpuni selaku Direktur IBEKA, menyambut baik kerjasama pelaksanaan bimtek ini, yang dapat dipadukan dengan program kerja IBEKA, peningkatan kapasitas petani melalui kegiatan pelatihan pertanian ramah lingkungan sekaligus dapat mengakses program kampung hortikultura. Kerjasama ini diharapkan menjadi link and match antara program Kementerian Pertanian dengan NGO, salah satunya IBEKA, demikian imbuhnya.
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Perbenihan Hortikultura, Dr. Inti Pratiwi Nashwari, SP, MSi, memberikan tugas kepada jajarannya, agar melaksanakan sosialisasi pemanfaatan benih bermutu hortikultura. “Salah satu keberhasilan program kampung hortikultura adalah dengan penggunaan benih bermutu, untuk itu perlu dukungan dari seluruh jajaran Direktorat Perbenihan Hortikultura untuk melakukan sosialisasi penggunaannya diberbagai kesempatan.
Dalam penyelenggaraan bimtek tersebut, Direktorat Perbenihan Hortikultura, sebagai instansi pemerintah yang memiliki tugas dan fungsi di bidang regulasi perbenihan, menghadir Kurnia Nur, selaku Fungsinal Pengawas Benih Tanaman Ahli Madya, Direktorat Perbenihan Hortikultura dalam penyampaian materi dan diskusi. Kurnia Nur menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang dengan dengan tulus membantu dan mendampingi petani diwilayah desanya, untuk membangun wadah/kelompok usahataninya. Dalam penyampainnya, Kurnia Nur menginformasikan gambaran umum dan teknis proses produksi benih sesuai dengan regulasi baru, yang dihasilnya digunakan untuk mendukung program pemerintah dan usahatani yang dilakukan secara oleh swadaya petani.
Sebagian besar peserta merupakan petani perorangan yang banyak memanfaatkan pekarangannya untuk usaha hortikultura, khususnya tanaman buah tahunan.
Kontributor:
Kurnia Nur
Pengawas Benih Tanaman Ahli Madya
262
© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.