Rektor Unpatti Apresiasi Mentan Amran: Visi Besar, Aksi Nyata Perkuat Ketahanan Pangan

8 jam yang lalu

Foto: Rektor Universitas Pattimura Ambon, Fredy Leiwakabessy.


Agronews.id, Jakarta -- Komitmen pemerintah dalam memperkuat swasembada pangan berkelanjutan kembali mendapat dukungan dari kalangan akademisi. Hal ini mengemuka dalam pertemuan yang berlangsung pada Rabu (15/4/2026) di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta.

Rektor Universitas Pattimura Ambon, Fredy Leiwakabessy, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang dinilai memiliki visi besar dan langkah konkret dalam membangun sektor pertanian Indonesia.

“Sebuah kebanggaan bagi kami, seorang pejabat yang low profile, tapi memiliki visi yang luar biasa untuk membangun ketahanan pangan. Statement-statement beliau sangat konkret dan itu merupakan hasil dari kerja keras dalam membangun pertanian Indonesia,” ujar Fredy usai pertemuan.

Dalam diskusi tersebut, Fredy melihat langsung bagaimana berbagai persoalan strategis sektor pertanian ditangani secara cepat dan solutif oleh Mentan Amran. Mulai dari persoalan irigasi, pupuk, hingga dukungan alat dan mesin pertanian untuk memperluas areal tanam.

“Saya lihat dalam diskusi tadi, hal-hal yang menjadi persoalan langsung dieksekusi. Ini penting untuk mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” jelasnya.

Ia menilai, langkah-langkah tersebut sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong kemandirian dan kedaulatan pangan nasional sebagai fondasi kekuatan bangsa.

Lebih lanjut, Fredy menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung program tersebut, khususnya melalui penguatan riset dan inovasi berbasis potensi lokal.

Universitas Pattimura, lanjutnya, telah memiliki pusat riset unggulan pangan lokal di bawah lembaga penelitian kampus yang terus mengembangkan berbagai komoditas khas Maluku.

“Kami memiliki pusat riset keunggulan produk pangan lokal dan beberapa hasil risetnya sudah menunjukkan capaian yang sangat baik,” ungkapnya.

Salah satu komoditas yang tengah dikembangkan adalah “hutong”, tanaman pangan lokal yang memiliki karakteristik mendekati gandum.

“Hutong ini semacam padi, tapi lebih mengarah ke gandum. Sudah kami teliti dan bahkan dianalisis bersama Indofood melalui Bogasari untuk pengembangan tepung. Di wilayah Buru, potensi lahannya cukup besar dan menariknya, tanaman ini bisa tumbuh tanpa air,” jelas Fredy.

Selain itu, Universitas Pattimura juga mengembangkan riset pada komoditas pisang khas Maluku, yakni pisang tongka langit, yang memiliki nilai gizi dan potensi hilirisasi tinggi.

“Kami sudah bekerja sama dengan ITB untuk mengembangkan menjadi tepung, bahkan hingga pada riset genetika. Tinggal bagaimana ke depan kita mendorong peningkatan produktivitasnya,” tambahnya.

Fredy berharap, ke depan akan terbangun sinergi yang lebih kuat antara hasil riset perguruan tinggi dengan kebijakan pemerintah khususnya Kementerian Pertanian, sehingga inovasi yang dihasilkan dapat diimplementasikan secara luas dalam mendukung ketahaanan pangan nasional.

“Kami siap berkolaborasi dan mendukung penuh program Kementerian Pertanian demi terwujudnya swasembada pangan yang kuat dan berkelanjutan,” tutupnya.

13

Superadmin

Berita Terkait


AgroNews.id merupakan situs berita populer yang fokus pada bidang pertanian, peternakan, kehutanan, lingkungan hidup, kelautan, dan perikanan Indonesia. AgroNews.id adalah portal berita web yg berisi opini, infografis, dan artikel daring, baik lokal maupun internasional dibawah PT. Agro Boga Makmur
Ikuti Kami
Follow dan Subscribe Media Sosial Kami

© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.