Foto : Program Gerakan Percepatan Tanam di Kabupaten Pamekasan.
Agronews.id, Jawa Timur - Kementerian Pertanian (Kementan) meluncurkan program peningkatan produksi padi dan tanaman pangan lainnya melalui berbagai kegiatan, diantaranya pompanisasi di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Dr. Suwandi mengatakan, untuk meningkatkan produksi tanaman pangan perlu menggunakan semua potensi yang ada, termasuk memanfaatkan seefisien mungkin ketersediaan air di lahan sawah untuk percepatan tanam.
“Lahan-lahan sawah yang sudah panen dan masih tersedia air agar segera dilakukan percepatan tanam, manfaatkan semua sarana termasuk pompa eksisting untuk percepatan tanam dan peningkatan indeks pertanaman (IP),” tegas Suwandi.
Senada dengan itu, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Dr. Rachmat, mendorong LPHP dan POPT untuk mendukung dan mengawal percepatan tanam, terutama di lahan sawah tadah hujan yang saat ini masih tersedia air dan melakukan pengamanan tanaman pangan dari gangguan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan Dampak Perubahan Iklim (DPI).
“Semua petugas di lapangan diharapkan berperan aktif dalam kegiatan peningkatan produksi tanaman pangan”, ujar Rahmat.
Kelompok Tani (Poktan) Dahlia 4, merupakan salah satu poktan yang menerima bantuan pompa untuk meningkatkan indeks pertanaman dari IP100 ke IP200 dan atau IP300.
Pada 9 Mei 2024 lalu, Poktan Dahlia 4 dengan luas lahan sawah 40 melakukan percepatan tanam yang dihadiri oleh Staf Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Sub koordinator Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Pamekasan, Babinsa Kecamatan Pademawu, Kepala Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit (LPHP) Pamekasan, Koordinator Pengendali Orgaisme Pengganggu Tumbuhan (Kortikab POPT) Pamekasan, Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Pademawu, dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Majungan.
Ketua Poktan Dahlia, Moh Hasim mengatakan, untuk meningkatkan indeks pertanaman pada musim tanam kali ini, Poktan Dahlia memanfaatkan air yang masih tersedia untuk mempercepat jadwal tanam padi, sehingga masa kritis tanaman terhadap kebutuhan air masih dapat terpenuhi.
“Kami harapkan pada fase pertumbuhan vegetatif sampai pengisian bulir kebutuhan air dapat dipenuhi melalui pompanisasi”, ujar Hasim.
Hal yang sama diungkap Subkoordinator Produksi Tanaman Pangan, bahwa saat ini merupakan kesempatan yang baik untuk mempercepat tanam padi dengan memanfaatkan air hujan yang masih ada di lahan sawah, karena kemungkinan dalam satu bulan ke depan curah hujan sudah mulai berkurang.
“Dinas pertanian bersama dengan petugas terus mendorong petani melakukan percepatan tanam untuk meningkatkan indeks pertanaman dari sebelumnya IP100 menjadi IP200 atau jika memungkinkan melalui kegiatan pompanisasi ini menjadi IP300”, kata Subkoordinator Produksi Tanaman Pangan.
Kabupaten Pamekasan sendiri memiliki lahan pertanian yang cukup luas dengan total keseluruhan mencapai 64.919 ha atau sekitar 82% dari total luas wilayah administratif Kabupaten Pamekasan.
Sebanyak 28% dari wilayah pertanian tersebut merupakan lahan sawah tadah hujan dan lahan sawah teknis. Salah satu kecamatan yang memiliki lahan sawah tadah hujan cukup luas adalah Kecamatan Pademawu.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, Kecamatan Pademawu memiliki total luas lahan pertanian sebesar 5.866 ha dengan luas lahan sawah mencapai 3.031 ha.
Sebagian luas lahan tersebut merupakan sawah dengan irigasi teknis sebesar 1.857 ha, dan sisanya merupakan lahan sawah tadah hujan
Adapun salah satu kendala dalam peningkatan indeks pertanaman padi di Pademawu adalah ketersediaan air, terutama sawah tadah hujan.
Karenanya, Kementan meluncurkan program peningkatan produksi padi dan tanaman pangan lainnya, diantaranya pompanisasi.
269
© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.