Foto : Rangkul Petani Boalemo, Kementan Tingkatkan Produksi Padi Melalui Pompanisasi.
Agronews.id, Gorontalo - “Fasilitasi paket alsintan jadi stimulan peningkatan indeks pertanaman di wilayah Boalemo yang pada musim tanam Mei tahun lalu tidak bisa ditanami”
Ditengah gempuran iklim panas yang berkepanjangan mempengaruhi produsi padi nasional. Boalemo, salah satu Kabupaten di Provinsi Gorontalo menjadi wilayah yang cukup tangguh menjaga stabilitas produksinya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistis (BPS) pada tahun 2023, Boalemo mampu meningkatkan 15,9% luas tanam padi sehingga berkontribusi terhadap peningkatan produksi padi Provinsi Gorontalo 4,79℅ menjadi 251.430 ton GKG.
Ketangguhan Boalemo ini dilirik oleh Kementerian Pertanian (Kementan) untuk membantu pemerintah pusat menjaga ketersediaan pangan. Melalui Keputusan Menteri Pertanian No.243 tahun 2024 tentang Satuan Tugas Antisipasi Darurat Pangan, Boalemo memiliki potensi peningaktan indeks pertanaman di lahan seluas 843 ha dengan stimulus program pompanisasi. Melalui Keputusan Menteri Pertanian tersebut ditugaskan Direktur Perbenihan Hortikultura, Inti Pertiwi Nashwari sebagai penanggung jawab satgas di Boalemo.
Pada hari Rabu, 8 Mei 2024 dilaksanakan pencanangan gerakan perluasan areal tanam padi 2024. Kegiatan ini menjadi simbolis wujud semangat Kementan, Pemda Boalemo, serta petani setempat untuk sama-sama menjaga dan mencukupi kebutuhan pangan kita.
Di lahan seluas 20 ha yang dikelola oleh kelompok tani (poktan) Mulya Sejati 1 dan Sumber Agung ini dilakukan penanaman bersama oleh Direktur Perbenihan Hortikultura, Kepala Pusat Standardisasi Instrumen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kepala Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian Gorontalo, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Prov. Gorontalo, Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Boalemo, Kepala Dinas Pertanian Boalemo, Danramil 01 Paguyaman yang mewakili Dandim Boalemo, dan para petani setempat.
Tim satgas antisipasi darurat pangan di Boalemo juga menyampaikan bantuan paket alsintan pendukung kesuksekan program. Direktur Perbenihan Horitkultura, Inti Pertiwi Nashwari, menjelaskan bahwa Kabupaten Boalemo memperoleh bantuan paket alsintan sebanyak 100 unit. “Boalemo memperoleh alokasi bantuan 92 unit pompa, 5 unit traktir roda dua, dan 3 unit traktor roda empat yang diberikan secara bertahap. Hari ini kami serahkan pada penyaluran tahap pertama ini sebanyak 41 unit pompa dan 1 unit traktor roda empat untuk segera menstimulus peningakatan dan percepatan perluasan tanam di Boalemo”, ungakp Inti.
Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Boalemo, Haris Pilomonu, menyampaikan pemerintah daerah Kab.Boalemo sangat menyambut baik bantuan ini karena dengan adanya pompa membantu petani untuk mengairi lahan mereka yang selama ini sangat bergantung pada embung tadah hujan. “Pompanisasi ini jadi solusi petani untuk menjamin ketersediaan air untuk petani”, ucap Haris.
Poktan Mulya Sejati 1 dan Sumber Agung yang mengelola lahan di Desa Jati Mulya, Kecamatan Wonosari selama ini menghadapi tantangan ketersediaan air untuk mengairi sawahnya. Lahan-lahan yang ada sangat bergantung pada embung tadah hujan sehingga tidak semua lahan mampu terairi. Pompanisasi ini menjadi harapan baru bagi petani karena mampu menyalurkan air kesetiap lokasi dengan lebih baik sehingga bisa meningkatkan indeks pertanaman lahan yang ada.
Ketua Poktan Mulya Sejati 1, Agus Pindriat Utama, mengungkapkan rasa terima kasih kepada Kementan atas bantuan yang diterima. “Kami sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan ini karena air yang ada di embung bisa kami gunakan secara merata oleh seluruh anggota kelompok tani. Tahun lalu lahan ini tidak bisa ditanami karena kendala air tapi tahun ini di bulan Mei ini kami bisa menanam karena diberi pompa yang akan kami gunakan secara bergantian di kelompok tani kami”, ungkap Agus.
Kepala Dinas Pertanian Boalemo, Andi Faisal Hurudji menguatkan rasa syukur para petani. Ia menjelaskan bahwa Kecamatan Wonosari dan Paguyaman yang menjadi sentra padi di Boalemo sangat terbantu dengan batuan yang diberikan karena mereka akan mampu meningkatkan indeks pertanaman lahan-lahan yang ada. Jaminan distribusi air yang merata dengan sistem pompanisasi mendorong petani untuk menanam di musim-musim yang sebelumnya tidak bisa dilakukan penanaman.
Pemanfaatan lahan yang baik akan memperangaruhi tingakat keberhasilan pemanfaatan lahan tersebut seperti produksi dan produktivitasnya. Oleh karena itu penting untuk melihat daya dukung dan daya tampung lahan serta sumber daya lainnya agar lebih optimal. Harapannya kolaborasi yang baik mulai dari pemerintah pusat, daerah dan para petani selaku ujung tombak pertanian bangsa harus terus dijaga demi ketangguhan menjamin tercukupinya pangan nasional.
19
© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.