Foto : Lakukan gerakan tanam (gertam) secara serentak. Berlokasi di Poktan Padasadar 2, Desa Mekarharja, Kec. Purwaharja, Kota Banjar dengan luas tanam 70 ha.
Agronews.id, Kota Banjar - Upaya peningkatan produksi padi terus dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) khususnya di wilayah Jawa Barat yang merupakan sentra produksi padi nasional. Kali ini giliran Kota Banjar yang giat lakukan gerakan tanam (gertam) secara serentak. Berlokasi di Poktan Padasadar 2, Desa Mekarharja, Kec. Purwaharja, Kota Banjar dengan luas tanam 70 ha.
Kementan diwakili oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan beserta Pj Walikota Banjar, Kadistan Kota Banjar, Wakapolres Kota Banjar, Dandim 0613/Ciamis serta Sekda Kota Banjar serta para petugas POPT dan penyuluh turun secara bersama melakukan gertam (10/5).
Saat dijumpai setelah melakukan gertam, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi mengapresiasi Kota Banjar yang sedang tanam serempak selepas panen. “Ini langkah yang luar biasa, tanam serempak di Kota Banjar bisa jadi contoh daerah lain, apalagi Kadistan berani tanam 1.000 hektar bulan Mei ini”.
Banjar sendiri merupakan Kotamadya yang memiliki luas baku sawah seluas 3.300 ha dengan mayoritas petani menanam padi. “Varietas yang ditanam juga istimewa, yaitu Inpari Nutri Zinc yang sangat bagus untuk menangani masalah anak stunting, sangat bermanfaat untuk disebarluaskan. Petani disini semangat untuk bisa menanam hingga 3 kali dalam setahun apalagi masalah pupuk sudah selesai dengan penambahan alokasi lebih dari 50%” tambah Suwandi bersemangat menjelaskan.
Inpari Nutri Zinc merupakan varietas padi sawah (pertama di Indonesia) yang memiliki kandungan unsur Zn (Zinc) lebih tinggi (± 25%) daripada varietas yang lain. Inpari Nutri Zinc berpotensi mencegah terjadinya stunting yaitu gangguan pertumbuhan pada anak. Adapun syarat petani untuk menebus pupuk bersubsidi yakni petani harus tergabung ke dalam Poktan dan terdaftar dalam e-RDKK yang bersumber dari SIMLUHTAN.
Hadir di lokasi gertam Kadistan Kota Banjar, Yoyon Cuhyon yang menyatakan rasa terimakasih untuk semua pihak yang telah berjuang dalam upaya peningkatan produksi padi di wilayahnya “Apresiasi tinggi untuk semua pihak yang hadir, semua bersinergi membantu pejuang pangan di Kota Banjar” ujar Yoyon. Hal senada juga diungkapkan Pj Walikota Banjar, Ida Wahida Hidayati “Terimakasih sinergi dengan Kementan sangat baik, ditambah bantuan pompa yang diberikan sangat bermanfaat bagi petani, Insya Alloh tanggal 21 ini akan kami serah terimakan ke petani” ucap Ida.
Pihak TNI-Polri pun ikut berkolaborasi dalam upaya peningkatan produksi padi di Kota Banjar, hadir dalam kegiatan Wakapolri Kompol Dani Prasetya menyatakan kesiapan dukungan terhadap kegiatan gertam “Kepolisian melalui Babinkamtibmas siap mendukung, bekerjasama dengan TNI dan masyarakat untuk percepatan tanam”. Senada, TNI diwakili Dandim 0613/Ciamis, Letkol Inf Afiid Cahyono memberikan dukungan penuh dalam kegiatan ini, yang diharapkan akan memberikan kontribusi positif bagi ketahanan pangan di wilayah Kota Banjar “Dengan kolaborasi yang baik antara TNI dan pihak terkait, kami optimis dapat meningkatkan produksi padi dan mendukung ketahanan pangan di Kota Banjar,” ujar Letkol Inf Afiid.
Diakhir kegiatan, tidak lupa Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Rachmat kembali mengingatkan pentingnya pengamanan produksi padi dari serangan hama penyakit di Kota Banjar “Upaya pengendalian hama penyakit dilakukan sejak dini, mulai dari pengolahan lahan, pemilihan bibit, perlakuan bibit atau seed treatment dan pada saat persemaian. Pencegahan lebih baik daripada mengobati” papar Rachmat.
Upaya lain yang disosialisasikan adalah penanaman refugia di pematang sawah, refugia merupakan berbagai jenis tanaman yang dapat mengundang dan menyediakan musuh alami seperti predator dan parasitoid sebagai mikrohabitatnya, tujuannya adalah sebagai pengendali hama penyakit secara alami. “Penanaman refugia akan mengurangi biaya usaha tani untuk pengendalian hama secara kimiawi sehingga keuntungan petani dapat meningkat dan lingkungan tetap terjaga dengan sehat untuk pertanian berkelanjutan” tutup Rachmat.
286
© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.