Kementan Sukses Gelar Workshop Bisnis Pertanian

Sabtu, 25 Mei 2024 12:33 WIB

Foto: Kementan Gelar Workshop Bisnis Pertanian


Agronews.id, YOGYAKARTA - Akses permodalan masih menjadi salah satu kendala bagi para petani muda Indonesia. Keberanian dan keluwesan lembaga penyedia permodalan dalam menyediakan akses permodalan serta minimnya produk atau skim kredit yang menyentuh semua kalangan dengan bunga murah serta proses mudah utamanya untuk petani muda menjadi tantangan bersama yang harus dicari solusinya segera.

Permasalahan ini menjadi topik utama dalam kegiatan Workshop Bisnis Pertanian Bagi Manager Kredit/Pembiayaan Lembaga Permodalan Mitra yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS), pada 20 – 23 Mei 2024 di Grand Mercure Yogyakarta.

Workshop dengan tema "Akses Permodalan Lancar Bisnis Pasti Cuan" ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keberanian lembaga keuangan dan non keuangan penyedia permodalan dan pembiayaan sehingga petani muda dapat mengakses permodalan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), non KUR CSR, dan modal lain tanpa bunga, serta menjaga prospek bisnis dan manajemen resiko sektor pertanian.

Secara terpisah, Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, terus berkomitmen dalam pengembangan usaha – usaha petani muda di sektor pertanian agar menjadi penggerak petani muda lainnya dengan akses permodalan yang mudah.

“Kemudahan dalam akses permodalan, yang menjadi hal penting dalam pengembangan pertanian, menjadi komitmen untuk pengembangan pengusaha muda sektor pertanian di Indonesia”, ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi terus mengingatkan bahwa kemudahan akses permodalan menjadi hal penting bagi pengembangan usaha petani muda.

“Untuk mengembangkan usaha pertanian, petani muda membutuhkan akses permodalan yang mudah, seperti KUR, karena permodalan ini menjadi point penting dalam kegiatan usaha para petani muda”, jelas Dedi.

Inneke selaku Project Manager Program YESS dalam sambutannya, mendorong pihak lembaga keuangan dan non keuangan penyedia permodalan mitra memberikan perhatian lebih kepada para petani muda melalui pemberian kemudahan akses permodalan, sehingga para petani muda dapat menjalankan bisnis pertaniannya dengan maksimal.

“Dukungan lemnaga penyedia modal di sektor pertanian akan membuat banyak petani muda mengakses permodalan dengan mudah”, tegasnya.

Harapannya di masa akhir Program YESS ini agar petani muda menjadi sukses dan berkembang, serta memberikan sumbangsih bagi pendapatan daerah

Kegiatan yang diikuti tidak kurang dari 81 orang yang mewakili 25 lembaga penyedia permodalan dari Bank Umum Nasional, Bank Daerah, Lembaga Keuangan Bukan Bank, Asosiasi Fintech hingga lembaga kerjasama non profit penyedia modal. Kegiatan ini juga dihadiri BLU Pemerintah penyedia modal seperti LPDB KUKM dan Pusat Investasi Pemerintah yang siap mendukung dan berkomitmen menyediakan permodalan bagi petani muda. 

Rangkaian workshop ini terdiri dari Pembelajaran Lapangan Usaha Pertanian Aloe Verra dan Melon, Pemberdayaan dan penumbuhan Kluster Usaha, FGD Permodalan dan Pembiayaan dengan lembaga penyedia permodalan mitra, dan Pemberian materi Prospek Bisnis dan Managemen Resiko UMKM Sektor Pertanian oleh petani muda sukses Program YESS, Dedi Mulyadi, Dienda Laura Buana, Taufik Mawaddani, Ela Rizki Farikhatul, Alan Affendi, dan Fahid Nur Arrosyid.

571

Superadmin

Berita Terkait


AgroNews.id merupakan situs berita populer yang fokus pada bidang pertanian, peternakan, kehutanan, lingkungan hidup, kelautan, dan perikanan Indonesia. AgroNews.id adalah portal berita web yg berisi opini, infografis, dan artikel daring, baik lokal maupun internasional dibawah PT. Agro Boga Makmur
Ikuti Kami
Follow dan Subscribe Media Sosial Kami

© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.