Foto: Kementan Bersama Pemda Tanam Padi Gogo di Pekarangan Kantor
Agronews.id, BOALEMO - Kementerian Pertanian (Kementan) menggulirkan program antisipasi darurat pangan, diantaranya dengan percepatan peningkatan produksi padi melalui pompanisasi dan pertambahan areal tanam padi gogo.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, menyampaikan dalam kesempatan lain, bahwa ancaman krisis pangan harus diantisipasi dengan cepat.
“Jika tidak ada langkah cepat dan strategis, maka akan berakibat fatal pada seluruh sektor, untuk itu seluruh insan pertanian harus bergerak cepat, agar krisis pangan tersebut dapat dicegah secepat mungkin” ucapnya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyampaikan dalam kesempatan lain bahwa "Sektor pertanian perlu ditangani dengan serius dan diperlukan kolaborasi yang harmoni dalam menyelesaikan permasalahan yang ada, penyuluh pertanian menjadi garda terdepan sekarang dapat turun bersama mahasiswa/siswa Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang ditempatkan di berbagai wilayah di Indonesia, bekerja sama untuk mensukseskan program PAT", ungkapnya.
BBPSDMP melalui Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) sebagai penanggung jawab program Perluasan Areal Tanam (PAT) Provinsi Gorontalo terus melakukan pengoptimalan lahan pertambahan areal tanam padi gogo.
Mayoritas padi gogo di Boalemo ditanam secara tumpang sisip dengan kelapa, jagung, hingga kelapa sawit. Dengan pelibatan berbagai pihak antara lain Camat, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Boalemo, TNI/Babinsa, BSIP Gorontalo, serta penerjunan mahasiswa MBKM Polbangtan/PEPI diharapkan dapat mensupport tercapainya PAT padi gogo.
Jumat (16/08), BPPSDMP melalui Pusdiktan bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Boalemo melakukan penanaman bersama padi gogo dengan menyulap lahan pekarangan kantor BPP Botumoito. Optimalisasi lahan kantor ini diharapkan dapat memberikan motivasi bagi petani untuk terus melakukan penanaman padi gogo dan berkolaborasi dengan pemerintah untuk meningkatkan produktivitas padi.
Inneke Kusumaty, Plt. Kepala Pusdiktan menyampaikan kepada para pihak agar selalu bersemangat bersinergi untuk program peningkatan produktifitas pangan. "Kita selalu berupaya agar tiap waktu ada penambahan PAT”, ungkap Inneke.
Mahasiswa MBKM Polbangtan/PEPI diterjunkan untuk program PAT diwilayah Kabupaten Boalemo dan mendapat tugas untuk mengidentifikasi potensi sumber air, lahan untuk penanaman hingga pelaporan pelaksanaan PAT di wilayah Boalemo.
Inneke juga menambahkan bahwa kehadiran mahasiswa di Lokasi PAT diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan petani di lapangan, misalnya terjadi kerusakan pompa mahasiswa dapat membantu memperbaiki. “Secara teknis, mahasiswa Polbangtan/PEPI memiliki kemampuan yang sangat baik, program MBKM untuk mendukung langsung program Kementerian Pertanian, mahasiswa dapat belajar dan mengaplikasikan secara langsung kemampuan akademis yang dimiliki”, ujarnya.
Selain melakukan tanam bersama dikantor BPP, juga dilakukan monitoring lahan padi gogo dengan varietas inpago 13 fortiz seluas 1ha yang sudah siap panen di Kelurahan Tutulo, Kecamatan Botumoito serta pemantauan terhadap pemanfaatan pompa juga dilakukan, petani di Boalemo mengaku terbantu dengan adanya pompa untuk persawahan padi mereka. Pertanaman dan pengairan yang biasanya tidak dapat dilakukan secara serentak di satu luasan sawah, karena adanya pompa petani dapat langsung mengairi sawah tanpa harus berganti-gantian menunggu sawah milik petani lain diairi sehingga mempercepat peningkatan produksi padi nasional.
Kepala BSIP Gorontalo, Sumarni Panikkai mengatakan akan selalu mendukung terkait benih padi varietas inpago 13 fortiz, "Kami dari BSIP selalu berusaha bekerjasama dalam pengawalan dan penyediaan benih juga pendampingan program PAT ini semaksimal mungkin" ujarnya
Andi Hurudji, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boalemo menyampaikan apresiasinya terhadap Kementan,
"Program PAT Pompanisasi dan Padi Gogo sangat bagus dan berdampak positif bagi produksi padi terutama Kab Boalemo, Petani sangat terbantu dengan program ini", ungkapnya.(mry)
238
© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.