Menuju Indonesia Mandiri Melalui Penguatan Produk Dalam Negeri

Rabu, 18 September 2024 09:52 WIB

Foto : Pemerintah menggelar acara dialog di Indonesia Convention Center (ICE) BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (18/9/2024).


Agronews.id, Tangerang Selatan - Pemerintah menggelar acara dialog "Bisnis Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) VIII" di Indonesia Convention Center (ICE) BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (18/9/2024), sebagai bagian dari gerakan Bangga Buatan Indonesia. Acara ini mengusung tema "Menuju Indonesia Mandiri melalui Penguatan Produk Dalam Negeri," yang bertujuan untuk mengembangkan produk lokal melalui pemanfaatan teknologi digital, sehingga dapat bersaing di pasar global.

Dengan tema ini, acara tersebut memprioritaskan pengembangan produk lokal melalui penggunaan teknologi digital sehingga dapat semakin bersaing di pasar global.

Dalam dialog diskusi temu bisnis, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Yudi Sastro, menggarisbawahi potensi besar lahan pertanian Indonesia. "Kita memiliki lahan yang luas dan produktif sepanjang tahun," ujarnya. 

Hadir pula para narasumber Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), dan PT Sinergi Gula Nusantara. 

Yudi Sasatro menekankan target Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, untuk memperluas area lahan pertanian dari 7,4 juta hektar, guna memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri dan mendukung ekspor.

Yudi optimis terhadap produksi pangan, terutama padi dan jagung. "Dengan memaksimalkan lahan dan meningkatkan sumber daya, kita dapat meningkatkan produksi. Tahun ini, kita sudah mulai mengekspor jagung," tambahnya. 

Kebijakan pembukaan lahan rawa di Kalimantan, Merauke, dan Sumatera, menjadi langkah strategis untuk mengatasi masalah anomali iklim dan memastikan sentra produksi padi di daerah yang berpotensi air. "Kita harus yakin, dalam 2-3 tahun ke depan, kita bisa mengekspor padi dan jagung," tegas Yudi.

Yudi menjelaskan pentingnya modernisasi pertanian melalui mekanisasi. "Dengan membuka bendungan dan memfasilitasi akses alat modern, kita dapat meningkatkan produktivitas dan menarik minat generasi muda untuk terlibat di sektor pertanian," ujarnya. 

Teknologi seperti drone untuk penyemprotan pestisida dan penanaman otomatis menjadi bagian dari transformasi ini.

Ia menekankan, pertanian modern bukan hanya tentang hasil, tetapi juga tentang peluang bisnis yang menguntungkan. "Dengan harga gabah yang baik dan produktivitas tinggi, pertanian bisa menjadi bisnis yang menjanjikan," jelas Yudi.

"Untuk itu, kita harus mengubah mindset bahwa pertanian adalah bisnis yang keren dan memiliki masa depan cerah. Selagi kita hidup, kebutuhan pangan akan selalu ada," tutup Yudi. 

Melalui acara ini, diharapkan terjadi peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk mendukung produk dalam negeri, demi mencapai kemandirian ekonomi Indonesia.

207

Superadmin

Berita Terkait


AgroNews.id merupakan situs berita populer yang fokus pada bidang pertanian, peternakan, kehutanan, lingkungan hidup, kelautan, dan perikanan Indonesia. AgroNews.id adalah portal berita web yg berisi opini, infografis, dan artikel daring, baik lokal maupun internasional dibawah PT. Agro Boga Makmur
Ikuti Kami
Follow dan Subscribe Media Sosial Kami

© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.