Dorong Nilai Tambah, Kementan Percepat Hilirisasi Perkebunan di Maluku

Sabtu, 02 Agustus 2025 21:34 WIB

Foto : Kunjungan kerja ke Maluku, Kamis (31/07/2025).


Agronews.id, Maluku – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat langkah strategis dalam mendorong hilirisasi sektor pertanian, khususnya komoditas perkebunan yang memiliki permintaan tinggi di pasar global seperti cokelat, kacang mete, kopi, dan kelapa. Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya menyeimbangkan kekuatan produksi dengan pengembangan nilai tambah di sektor hilir.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Mentan Amran) menegaskan bahwa masa depan pertanian Indonesia tidak hanya bergantung pada kemampuan menghasilkan bahan mentah, tetapi juga pada inovasi pengolahan dan pengembangan industri berbasis hasil pertanian.

"Kami diperintahkan Bapak Presiden untuk melakukan hilirisasi dan memproduksi pangan yang demand-nya tinggi di tingkat dunia. Penguatan hilirisasi ini sangat penting, dan harus diperkuat, karena dapat meningkatkan nilai tambah, jadi tak hanya jual produk mentah saja, namun dikembangkan menjadi produk setengah jadi atau produk jadi, sebelum diekspor ke luar negeri," ujarnya.

Sejalan dengan arahan Presiden RI dan Mentan Amran, Direktorat Jenderal Perkebunan kini menggandeng berbagai pihak untuk memperkuat strategi hilirisasi komoditas perkebunan sekaligus mendorong pengembangan tanaman pangan sebagai bagian dari agenda ketahanan pangan nasional.

Dalam kunjungannya ke Maluku, Kamis (31/07/2025), Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, melakukan audiensi dengan Gubernur Maluku dan menyampaikan bahwa hilirisasi akan menjadi salah satu prioritas utama Kementan dalam beberapa tahun mendatang.

“Penyiapan bahan baku industri sangat penting dalam pengembangan hilirisasi. Untuk itu, kami akan mengembangkan komoditas unggulan di Pulau Maluku seperti pala, kelapa, jambu mete, kopi, kakao, dan sagu,” ujar Roni.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mengembalikan kejayaan rempah-rempah Indonesia, khususnya lada dan pala yang telah lama menjadi komoditas unggulan di Maluku. Selain itu, dalam kerangka memperkuat ketahanan pangan, Kementan mendorong pengembangan padi di lahan non-irigasi melalui padi gogo.

“Kami akan memanfaatkan lahan terlantar dan lahan rumah tangga yang memungkinkan ditanam padi gogo, serta menyiapkan benih, herbisida, dan pestisida guna mendukung produksi,” tambahnya.

Roni juga mendorong agar pemerintah daerah segera melakukan identifikasi serta pemetaan kawasan yang potensial untuk pengembangan tanaman perkebunan agar implementasi program lebih terarah dan tepat sasaran.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menyambut baik perhatian Kementan terhadap sektor pertanian di wilayahnya. Ia menekankan bahwa tanah Maluku sangat subur dan produktif, namun perlu ditopang dengan peningkatan partisipasi masyarakat serta dukungan harga yang kompetitif untuk menjaga semangat petani, termasuk para transmigran yang dinilai lebih aktif dalam budidaya dan pengolahan.

"Kami mengusulkan dukungan bantuan infrastruktur dan pengolahan sagu untuk meningkatkan nilai tambah,” ujarnya.

Pemerintah Daerah Maluku pun siap mendukung berbagai program yang ada termasuk hilirisasi, pengembangan padi gogo di lahan kering dan optimalisasi potensi sagu yang mencapai 36 ribu hektar, terutama di Seram Bagian Timur.

159

Superadmin

Berita Terkait


AgroNews.id merupakan situs berita populer yang fokus pada bidang pertanian, peternakan, kehutanan, lingkungan hidup, kelautan, dan perikanan Indonesia. AgroNews.id adalah portal berita web yg berisi opini, infografis, dan artikel daring, baik lokal maupun internasional dibawah PT. Agro Boga Makmur
Ikuti Kami
Follow dan Subscribe Media Sosial Kami

© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.