Foto: Pusat Penyuluhan Pertanian kembali menyelenggarakan Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) Volume 39 secara daring, Jumat (28/11/2025).
Agronews.id, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) bersama Pusat Penyuluhan Pertanian kembali menyelenggarakan Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) Volume 39 secara daring, Jumat (28/11/2025).
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa cetak sawah rakyat (CSR) merupakan salah satu strategi percepatan peningkatan produksi pangan nasional. Program ini diarahkan untuk mengoptimalkan lahan-lahan tidur, membuka areal baru yang potensial, serta memperkuat basis produksi padi di daerah rawan defisit pangan.
"Cetak sawah rakyat harus dilakukan dengan pendekatan partisipatif, berbasis kebutuhan petani, dan sesuai kondisi agroekologi setempat, serta pembukaan sawah baru bukan sekadar penambahan luas tanam, tetapi menjadi pondasi swasembada pangan jangka panjang," ucap Mentan Amran.
Terpisah, Kepala BPPSDMP Ida Widi Arsanti menegaskan bahwa program cetak sawah merupakan instrumen penting untuk mendorong percepatan produksi. Menurutnya, program ini berorientasi pada peningkatan indeks pertanaman dan mendukung pencapaian swasembada pangan.
Sementara, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, I Gusti Made Ngurah Kuswandana, menekankan bahwa keberhasilan cetak sawah sangat bergantung pada pendampingan penyuluh. Ia menilai perluasan lahan akan lebih efektif apabila diiringi penyuluhan yang terencana, mulai dari persiapan lahan, pemanfaatan teknologi budidaya, hingga penguatan kapasitas petani.
Dengan percepatan target swasembada pangan dan penguatan program cetak sawah sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Pemerintah berharap ketahanan pangan nasional semakin kuat dan kesejahteraan petani dapat meningkat secara berkelanjutan.
Dengan tema “Cetak Sawah dalam Mendukung Percepatan Swasembada Pangan”, MSPP kali ini menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Direktur Penyediaan Lahan, Geloria Merry K. Br. Ginting.
Dalam kesempatan tersebut, Geloria Merry menyampaikan bahwa Program Cetak Sawah merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024.
Program ini diharapkan dapat memperluas kapasitas lahan pertanian sekaligus meningkatkan ketersediaan pangan secara nasional. Dalam pelaksanaanya, peran penyuluh menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan program tersebut di lapangan.
“Pada beberapa lokasi ada ketakutan dari petani, ketika lahan di cetak kemudian lahan tersebut akan di ambil oleh pemerintah, disinilah peran penyuluh sebagai penghubung antara program pemerintah dan petani menjadi sangat vital dan di perlukan, ujarnya.
Selain itu, peran strategis penyuluh menjadi kunci keberhasilan program cetak sawah dalam mendukung percepatan swasembada pangan. Penyuluh bertugas melakukan pendataan dan identifikasi potensi lahan melalui verifikasi langsung di lapangan, memutakhirkan data lahan sawah eksisting secara berkala, serta melakukan validasi dan pelaporan sebagai penguatan basis data nasional.
Terakhir, penyuluh melakukan pengawalan dan pendampingan teknis di lapangan, menjaga keberlanjutan lahan dari ancaman alih fungsi, serta berperan sebagai penghubung antara pemerintah, petani, dan pemangku kepentingan agar pelaksanaan program berjalan selaras dengan kebutuhan di lapangan dan kebijakan nasional. (HK/NF)
93
© 2025 Agronews.id. All Rights Reserved.