Foto: Kunjungan kerja yang berlangsung di Auditorium BBIB Singosari
Agronews.id, Malang, 5 Desember 2025 — Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) memberikan apresiasi tinggi kepada Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari atas keberhasilannya meraih predikat Pelayanan Publik Prima dalam Penilaian Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Tahun 2025. Kunjungan kerja yang berlangsung di Auditorium BBIB Singosari ini sekaligus menjadi kesempatan untuk meninjau langsung praktik pelayanan publik serta berbagai inovasi yang telah dijalankan unit kerja tersebut.
Kegiatan dihadiri oleh Deputi Pelayanan Publik Dr. Otok Kuswandaru, S.Sos., M.Si., Asisten Deputi Fasilitasi, Pemantauan dan Evaluasi Pelayanan Publik Dr. R.R. Vera Yuwantari Susilastuti, S.IP., M.Si., Kepala Biro Organisasi dan SDM Aparatur Kementerian Pertanian Ir. Nurwahida, M.Si., serta Sekretaris Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Dr. drh. Nuryani Zainuddin, M.Si. Turut hadir para kepala UPT lingkup Kementerian Pertanian se-Jawa Timur.
Dalam arahannya, Deputi Pelayanan Publik menyampaikan bahwa BBIB Singosari menunjukkan berbagai potensi dan praktik baik (best practices) dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Menurutnya, sejumlah inovasi dan upaya perbaikan layanan yang dilakukan BBIB Singosari telah mendukung program prioritas nasional, khususnya ketahanan pangan. “Di BBIB Singosari kami melihat banyak potensi dan praktik baik yang berjalan sangat efektif, terutama dalam inovasi dan peningkatan kualitas layanan. Penilaiannya menunjukkan hasil yang sangat baik, dan BBIB Singosari layak dikategorikan sebagai unit dengan layanan prima. Temuan ini bisa menjadi contoh bagi unit kerja lainnya di Kementerian Pertanian,” ujarnya.
Kepala Biro OSDMA, Ir. Nurwahida, M.Si., memaparkan bahwa PEKPPP Mandiri Kementerian Pertanian Tahun 2025 melibatkan 25 Unit Lokus Evaluasi dengan instrumen penilaian yang menitikberatkan pada standar pelayanan, kompetensi SDM, inovasi, dan tingkat kepuasan publik. Dari hasil evaluasi mandiri tersebut, BBIB Singosari berhasil mencatat skor 4,86, salah satu yang tertinggi di seluruh unit kerja Kementerian Pertanian.
Sementara itu, Sekretaris Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dr. drh. Nuryani Zainuddin, M.Si., menegaskan bahwa PEKPPP merupakan agenda strategis dalam memperkuat sektor peternakan nasional. Ia menyebut bahwa pemuliaan dan perbibitan merupakan fondasi peningkatan produktivitas ternak, dan BBIB Singosari telah menjadi pusat unggulan nasional dalam pengembangan teknologi inseminasi buatan. Ia juga mendorong perlunya sinergi lintas sektor, perumusan solusi implementatif, serta penguatan jejaring teknis demi percepatan swasembada daging dan peningkatan kesejahteraan peternak.
Kepala BBIB Singosari, Dr. drh. Akbar, M.P., menyampaikan apresiasi atas penghargaan dan kepercayaan yang diberikan kepada unitnya. Ia menegaskan bahwa pelayanan publik yang prima telah membawa BBIB Singosari meraih berbagai prestasi, termasuk pengakuan internasional. “Dari layanan publik prima yang kami jalankan, BBIB Singosari menunjukkan berbagai prestasi dan apresiasi, termasuk penghargaan dari FAO sebagai organisasi yang berkontribusi besar dalam pengembangan Kerja Sama Selatan–Selatan dan Triangular. Kami juga menjalin kolaborasi dengan PT Tempo Scan Pacific untuk pengembangan usaha sapi perah dalam mendukung peningkatan produktivitas susu nasional,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa BBIB Singosari akan terus memperkuat inovasi, meningkatkan kualitas semen beku, dan memperluas kerja sama internasional demi mendukung pembangunan peternakan modern.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke fasilitas utama BBIB Singosari seperti Kandang Pejantan, Laboratorium, dan Bank Sperma, serta validasi dokumen PEKPPP oleh tim evaluator dari Kementerian PANRB. Melalui kunjungan ini, Kementerian PANRB berharap praktik baik yang ditampilkan BBIB Singosari dapat menjadi inspirasi bagi seluruh unit pelayanan publik dalam membangun layanan yang adaptif, inovatif, dan berdampak langsung bagi Masyarakat (*)
86
© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.