Foto: Kegiatan pembukaan pelatihan dilaksanakan pada 29 Desember 2025 di BBIB Singosari dan dihadiri oleh delegasi Pemerintah Timor Leste.
Agronews.id, Jakarta - Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari kembali menegaskan perannya sebagai pusat unggulan pengembangan teknologi inseminasi buatan bertaraf internasional melalui penerimaan peserta Pelatihan Inseminasi Buatan (IB) dari Republik Demokratik Timor Leste.
Sebanyak enam orang tenaga teknis asal Região Administrativa Especial Oe-Cusse Ambeno (RAEOA) mengikuti program bimbingan teknis dan magang di BBIB Singosari selama dua bulan.
Kegiatan pembukaan pelatihan dilaksanakan pada 29 Desember 2025 di BBIB Singosari dan dihadiri oleh delegasi Pemerintah Timor Leste, yakni Jose Oki, S.Pt selaku Director Dinas Pertanian Daerah Otonomi Khusus Oecusse Ambeno, Mateus Klael, A.Md selaku Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta drh. Brito Araujo selaku Penasihat Dinas Pertanian Daerah Otonomi Khusus Oecusse Ambeno.
Dalam arahannya, Kepala Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari, Dr. drh. Akbar, M.P., menegaskan bahwa BBIB Singosari memiliki kiprah panjang sebagai pusat pengembangan teknologi inseminasi buatan yang berperan strategis, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“BBIB Singosari memiliki kiprah panjang sebagai pusat pengembangan teknologi inseminasi buatan. Kami tidak hanya berperan dalam meningkatkan produksi dan mutu genetik ternak di dalam negeri, tetapi juga turut berkontribusi dalam pengembangan peternakan di berbagai negara,” ujar Dr. Akbar.
Ia menambahkan bahwa kapasitas produksi serta kualitas semen beku yang dihasilkan BBIB Singosari telah diakui secara internasional dan terbukti memberikan dampak signifikan terhadap perbaikan mutu genetik ternak.
“Kualitas semen beku BBIB Singosari telah diakui secara global. Kepercayaan yang diberikan oleh Pemerintah Timor Leste dengan mengirimkan sumber daya manusianya untuk belajar langsung di sini merupakan bukti nyata pengakuan internasional terhadap kompetensi dan profesionalisme BBIB Singosari,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Dr. Akbar menegaskan bahwa kehadiran peserta dari Timor Leste tidak hanya menjadi bagian dari program pelatihan, tetapi juga merupakan bentuk penguatan kerja sama antarnegara di bidang peternakan.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam penguatan kapasitas sumber daya manusia serta mendukung pengembangan inseminasi buatan yang berkelanjutan di Timor Leste,” pungkasnya.
Selama mengikuti pelatihan, para peserta mendapatkan pembekalan komprehensif yang meliputi materi teori di kelas, diskusi interaktif, praktik di Rumah Potong Hewan (RPH), hingga praktik langsung inseminasi buatan pada ternak di lapangan. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh dan keterampilan aplikatif sesuai kebutuhan lapangan.
Sementara itu, Direktur Dinas Pertanian Daerah Otonomi Khusus Oecusse Ambeno, Jose Oki, S.Pt, menyampaikan apresiasi atas dukungan dan pendampingan yang diberikan oleh BBIB Singosari.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin membuktikan bahwa Timor Leste mampu mengembangkan inseminasi buatan secara mandiri. Saat ini kami sedang menyiapkan anggaran serta sarana dan prasarana pendukung, dan dalam waktu dekat akan segera tersedia untuk mendukung pengembangan sektor peternakan di wilayah kami,” ungkap Jose Oki.
Ke depan, kerja sama antara BBIB Singosari dan Pemerintah Timor Leste akan terus diperkuat melalui pendampingan pengembangan program inseminasi buatan serta rencana ekspor semen beku, sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan produktivitas dan kualitas ternak di kawasan regional.(*)
98
© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.