Stabilkan Harga, Pemerintah Kolaborasi Suplai Cabai Rawit Merah ke PIKJ

Jumat, 20 Februari 2026 10:10 WIB

Foto: Kementerian Pertanian (Kementan) melaksanakan Gerakan Aksi Guyur Pasokan Cabai ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), Jakarta.


Agronews.id, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) melaksanakan Gerakan Aksi Guyur Pasokan Cabai ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ), Jakarta. Kegiatan ini didukung oleh Asosiasi Champion Cabai Indonesia atau ACCI dan merupakan langkah pemerintah untuk intervensi harga cabai, khususnya rawit merah, yang saat ini melonjak hingga Rp 120.000 per kg.

Direktur Jenderal Hortikultura, Muhammad Taufiq Ratule menyampaikan bahwa secara umum stok cabai rawit merah di tingkat nasional dalam kondisi aman, bahkan surplus. Penambahan pasokan di PiKJ ini dilakukan agar harga kembali wajar tanpa merugikan petani.

"Aksi Guyur Pasokan ini akan berlangsung hingga 14 hari ke depan atau hingga harga stabil. Kementan bersama semua pihak akan mengawal penuh dan memastikan suplai dari sentra produksi ke PIKJ," ujar Taufiq dalam keterangannya pada Kamis (19/2/2026).

Aksi Guyur Pasokan Cabai ini dilakukan Kementan dengan berkolaborasi bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bareskrim selaku Satgas Pangan, Paguyuban Pedagang PIKJ serta dinas daerah untuk memastikan distribusi berjalan lancar.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Muhammad Agung Sunusi menyampaikan bahwa hari ini pasokan yang datang berasal dari Jawa Tengah dan DIY dan akan disusul pasokan dari Jawa Barat malam nanti.

"Pasokan hari ini sekitar 980 kg berasal dari Magelang, Jawa Tengah. Besok insya Allah akan datang lagi dari Jawa Barat, yakni Bandung, Sumedang, dan Cianjur," kata Agung.

Lebih lanjut, Agung mengungkapkan bahwa kebijakan ini dirancang dengan mempertimbangkan seluruh pihak, sehingga harga untuk konsumen dapat stabil dan petani tetap memperoleh margin yang wajar.

"Untuk aksi ini, harga cabai rawit merah di tingkat petani Rp 50.000 per kg dan harga di PIKJ Rp 55.000 per kg. Kami harapkan di tingkat konsumen dan pengecer maksimal di harga Rp 65.000 per kg," lanjut Agung.

Senada dengan Agung, Direktur SPHP, Maino menyampaikan komitmen Badan Pangan Nasional untuk Aksi bersama ini. “Kami memfasilitasi distribusi agar pasokan lekas stabil dan harga kembali normal. PIKJ sebagai barometer harga cabai nasional menjadi target utama untuk Aksi saat ini” terang Maino. 

Sementara itu, dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan agar harga bahan pangan stabil, terutama menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

"Pemerintah akan terus melakukan upaya sebaik mungkin. Targetnya jelas, petani untung, konsumen tersenyum," ujar Mentan Amran.

111

Superadmin

Berita Terkait


AgroNews.id merupakan situs berita populer yang fokus pada bidang pertanian, peternakan, kehutanan, lingkungan hidup, kelautan, dan perikanan Indonesia. AgroNews.id adalah portal berita web yg berisi opini, infografis, dan artikel daring, baik lokal maupun internasional dibawah PT. Agro Boga Makmur
Ikuti Kami
Follow dan Subscribe Media Sosial Kami

© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.